Mutasi Pejabat Pemko Tebingtinggi Jadi `Pembicaraan`

  • Whatsapp

Buananusantaraonline.com, Tebingtinggi-Mutasi pejabat eselon II, III dan IV Pemko Tebingtinggi menjadi pembicaraan hangat di kalangan PNS dan berkembang menjadi cerita miring, mulai dari tidak berjalannya asas manajemen hingga isu pungutan dana mencapai puluhan juta rupiah. Bahkan, mutasi jabatan dituding dikendalikan kelompok tertentu sampai-sampai kepala dinas tidak mengetahui bawahannya yang selama ini jadi tulang punggung di jajarannya dipindahkan.

Keterangan diperoleh dari berbagai sumber, Senin (9/3), mengatakan protes mutasi juga tersendat-sendat. Misalnya, undangan baru disampaikan pukul 11.00 Wib untuk pelantikan pukul 14.00. Namun, jadwal pelantikan ternyata molor hingga pukul 16.00. Sampai-sampai beredar kabar mutasi dibatalkan. Selain itu, Wakil Walikota Ir H Oki Doni Siregar mengatakan kepada Media, mengaku baru mengetahui adanya mutasi sekira pukul 15.00 Wib, sehingga dia tak hadir di acara itu.

Samsul Bahri SH, Kasi Perundangundangan DPRD kota Tebingtinggi mengaku terkejut dengan pemindahannya. “Aneh, selama ini saya bergelut di bidang hukum, bahkan pernah jadi pengacara Pemko Tebingtinggi, tapi sekarang malah dipindah jadi Kasi Kesra Kantor Camat. Ini cermin tak berjalannya asas The Righ Man on The Righ Place di Pemko Tebingtinggi,” tegas Samsul.

Bahkan beberapa kepala dinas juga mengaku tercengang dengan proses mutasi tanpa sepengetahuan mereka. Salah satu Kadis di komplek perkantoran Jalan Gunung Leuser mengaku terkejut, karena Kabid yang mendukung kinerja SKPD-nya dalam meraih penghargaan dari pemerintah pusat ternyata di mutasi. Kadis lain juga terkejut, karena Kabid yang selama ini menjadi tulang punggung dalam menjalankan program, ternyata dipindah begitu saja tanpa konsultasi dengan atasan si Kabid. “Kita merasa ada skenario menghancurkan program walikota, maklum ini tahun politik karena 2016 akan ada Pilkada,” cetus salah seorang Kadis yang tak ingin disebut namanya.

Beberapa nama pejabat yang dipindah, padahal PNS itu dinilai berhasil dalam tugasnya. Misalnya, salah satu Kabid di Dinas Perhubungan atau Dinas Kebersihan Pertamanan. Bahkan, di Dinas Perhubungan pengganti Kabid yang diganti, ternyata dibawah standar, karena masalah fisik.

Terkait hal itu, aktifis kemasyarakatan mengingatkan Walikota Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM agar berhati-hati terhadap mutasi di tahun politik ini. “Kita ingatkan Pak Wali, ini tahun politik sehingga harus mewaspadai adanya trik dalam birokrasi yang ingin programnya hancur,” ujar Edi Suardi dari Lembaga Pengkajian Pengawasan Pembangunan Masyarakat Kota (LP3MK) mengingatkan. (Ramadhan).