Demo Pedagang Asongan di Tebing Tinggi Ricuh

  • Whatsapp

Buananusantaraonline.com, Tebing Tinggi – unjuk rasa puluhan pedagang asongan di kantor Walikota Tebingtinggi Jalan Sutomo diwarnai dengan aksi kericuhan, Senin (4/5). Para pedagang yang biasa berjualan di stasiun kereta api (KA) terlibat saling dorong dengan petugas Satpol PP yang mencoba mengamankan para pengunjuk rasa.
Kericuhan yang terjadi persis di depan gerbang kantor walikota dipicu ketika para pedagang asongan memaksa masuk ke dalam kompleks kantor walikota, namun mereka dihadang puluhan petugas Satpol PP, akibatnya aksi saling dorong pun terjadi antara para pedagang dengan aparat Satpol PP Pemko Tebingtinggi.

Dalam aksinya, para pengunjuk rasa meminta supaya Walikota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan memberikan solusi kepada para pedagang asongan yang saat ini dilarang berjualan di kawasan Stasiun KA Tebingtinggi oleh pihak PT KAI, para pedagang asongan mengeluhkan telah kehilangan mata pencarian selama enam bulan terakhir akibat kebijakan tersebut.

“Kami meminta Walikota Tebingtinggi tidak tutup mata dengan nasib kami para pedagang stasiun kereta api, sudah enam bulan ini kami tidak diperbolehkan berjualan di stasiun, kami juga butuh nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup kami, kami dan keluarga butuh makan dan untuk biaya sekolah anak-anak serta keperluan lainnya, kalau terus begini bagaimana kami hidup dengan tenang, tolonglah beri kami solusi,” cetus salah seorang pedagang.

Kericuhan yang ditimbulkan oleh aksi dorong antara petugas dengan para pedagang sedikit melunak ketika Walikota Tebingtinggi H Umar Zunaidi Hasibuan mau menemui pengunjuk rasa. Umar berjanji akan merelokasi para pedagang asongan tersebut ke sejumlah pasar yang ada di Kota Tebingtinggi. “Kami harap saudara sekalian bersabar, Pemko Tebingtinggi akan merelokasi pedagang yang biasa berjualan di stasiun KA ke beberapa lokasi pasar,” kata Umar Hasibuan.

Usai menerima penjelasan singkat dan janji dari Walikota Tebingtinggi, para pedagang akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Mereka berjanji akan melakukan aksi serupa bila Pemko Tebingtinggi tidak mempedulikan nasib para pedagang asongan itu. (Ramadhan)