Pasar Malam di Pusat Kota Resahkan Kalangan Masyarakat Tebingtinggi

  • Whatsapp

Buananusantaraonline.com, Tebing Tinggi – Arena pasar malam yang sudah berjalan seminggu terakhir di pusat Kota Tebingtinggi, tepatnya di Lapangan Merdeka Sri Mersing Jalan Sutomo sangat meresahkan kalangan masyarakat, khususnya para orangtua di kota itu. Pasalnya, wahana permainan yang ramai dikunjungi anak-anak itu menyediakan permainan adu nasib (judi) ketimbang adu ketangkasan.

Seperti permainan Bowling Asmara dan Meja Berputar, di mana para pengunjung diharuskan membeli koin berupa gelang dan jika menang dihadiahi bermacam barang berupa termos, boneka hingga sepeda mahal.

Irwansyah, tokoh pemuda yang berdomisili di sekitar pasar malam tersebut kepada wartawan, Senin (18/5), mengungkapkan kekesalannya. Menurut dia, sangat tidak pantas pemko memberikan izin untuk pasar malam di Lapangan Merdeka Sri Mersing yang menjadi tempat acara resmi pemerintahan dan menjadi tujuan warga kota untuk bersantai.

“Dengan adanya pasar malam itu, kota ini terkesan menjadi kumuh dan kebisingannya mengganggu kegiatan di rumah ibadah yang berada di sekitarnya. Belum lagi kerusakan lapangan serta yang paling mengkhawatirkan orangtua, pasar malam itu menyediakan permainan beraroma judi dan mempekerjakan anak-anak di bawah umur sebagai karyawan,” ungkapnya.

Mantan Ketua Partai Golkar Tebingtinggi Lama itu dengan tegas mengatakan, jangan demi materi yang tidak seberapa, pemerintah kota tega mengorbankan harga diri dan menghancurkan moral generasi mudanya. “Setahu saya, Walikota Umar Zunaidi Hasibuan dulunya sangat anti dengan kegiatan pasar malam di Lapangan Merdeka ini. Oleh karenanya selaku warga kota saya memohon kepada walikota agar segera membubarkan pasar malam demi kebaikan warga kota,” tandasnya.

Protes terhadap keberadaan pasar malam di pusat kota juga ramai dibicarakan di media sosial. Para Facebookers warga Tebingtinggi baik si pembuat status maupun yang memberi “comment” umumnya mengecam kebijakan walikota yang memberikan izin hiburan murahan seperti itu.

Salah satu status yang tertulis di medsos adalah, “Di tanah lapang perjudian bertopengkan permainan adu ketangkasan dan para pekerjanya anak di bawah umur yang masih bersekolah. Ini sedang di pertontonkan di kota ini, mana MUI…… mana Bidang Peranan Wanita dan Anak”.

Sedikitnya ada empat belas “comment” yang ujung-ujungnya mengecam kredibilitas Walikota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan dan mengait-ngaitkan nama mantan anggota DPRD yang menjadi back up kegiatan pasar malam tersebut. (Ramdhan)