Penanganan Wabah DBD di Tebingtinggi Belum Memuaskan

  • Whatsapp

nyamuk

 

Buananusantaraonline.com, Tebing Tinggi – Walikota Tebingtingg Ir H Umar Zunaidi Hasibuan mengatakan, penanganan wabah penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) masih belum memuaskan. Belum ada satu pun kecamatan di kota itu bebas DBD. Sesuai data pada tahun 2014 jumlah penderita mencapai 170 kasus dari bulan Maret hingga sekarang. Kalau bisa turun menjadi 100 kasus, secara nasional daerah ini termasuk yang keluar dari DBD.
“Kita harapkan kasus DBD ini menurun dengan meningkatkan peran kader jumantik. Kader jumantik harus bekerjasama dan bergotong-royong dengan kelurahan melaksanakan 3 M (membersihkan, menimbun dan menguras). Petugas dinkes dan puskesma juga harus turun ke bawah melihat kader jumantik”, kata Walikota Umar Zunaidi Hasibuan pada pertemuan dengan ratusan kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di gedung Balai Pertemuan Kartini, Selasa (19/5).

Umar Zunaidi mengatakan, biasanya kasus DBD paling banyak terjadi di bulan Januari di mana saat musim pancaroba (perubahan). Kepada kader bila melihat ada gejala nyamuk DBD di daerah tetangga terutama di perbatasan Kota Tebingtinggi dan Sergai diminta supaya cepat dilaporkan karena akan menyebar ke daerah sebelahnya, katanya.

Kasus DBD tidak hanya menimpa pada orang marginal (miskin) tetapi juga menimpa orang kaya. Untuk itu dia mengingatkan masyarakat supaya banyak menggunaka ABT (bubuk anti nyamuk) agar jentik-jentik tidak berkembang dengan cepat.

“Drainase atau parit rumah, air yang tergenang tidak mengalir di tempat terbuka berhari-hari, termasuk bak mandi yang tidak digunakan disinyalir menjadi sumber DBD. Seandainya masing-masing keluarga membersihkan rumahnya, InsyaAllah tidak akan ada DBD,” jelasnya.

Kegiatan yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tebingtinggi itu diisi dengan dialog tanya jawab dengan narasumber langsung Walikota Tebingtinggi H Umar Zunardi Hasibuan MM dan Kadis Kesehatan dr T Amri Fadli M.Kes serta penyerahan pakaian seragam kepada kader jumantik secara simbolis. Kepada kader jumantik, Umar Zunaidi menjanjikan bila lingkungan kelurahannya bebas dari DBD akan diberikan hadiah.

Acara diawali dengan pembacaan doa dari Ustaz Darwin Purba mahasiswa STAIS Tebingtinggi Deli dan turut dihadiri Direktur SRU Sri Pamela dr Hj Nina Zuliani MARS, para Kepala Puskemas dan staf jajaran Dinkes serta 170 kader jumantik se Kota Tebingtinggi yang didominasi kaum ibu rumah tangga.

Kadis Kesehatan Tebingtinggi mengatakan, hendaknya setiap minggu warga masyarakat melakukan 3 M, sebab kalau hanya mengandalkan fogging hanya bisa dilakukan bila ada nyamuk DBD. Kader jumantik yang terdiri dari setiap lingkungan kelurahan ini sangat efektif berperan dalam memperantasan DBD, katanya. (Ramadhan)