Penertiban Pedagang Jalan Hamka Tebingtinggi Ricuh

  • Whatsapp

tebing

Penerbitan Puluhan pedagang di Jalan Prof Hamka berdialog dengan petugas Sat Pol PP Kota Tebingtinggi. Mereka menolak dipindahkan, karena menunggu hasil Rapat Dengar pendapat dengan DPRD Tebingtinggi dan instansi terkait.

Buananusantaraonlinecom, Tebing Tinggi – Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Prof Hamka Kelurahan Durian Kecamatan Bajenis Kota Tebingtinggi oleh petugas Satpol PP setempat berakhir ricuh dan nyaris terjadi bentrok fisik antara para pedagang dengan petugas, Kamis (21/5).
Pantauan wartawan, pada pagi hari puluhan petugas Satpol PP telah bersiap-siap melakukan penertiban di sepanjang jalan tersebut, namun upaya tertunda ketika salah satu Anggota DPRD Tebingtinggi Basyarudin Nasution berusaha melakukan mediasi antara petugas Satpol PP dengan para pedagang, karena sebelumnya telah disepakati antara pihak kecamatan dan kelurahan bahwa jangan ada penertiban sebelum dilakukan rapat dengar pendapat antara DPRD dengan instansi terkait.

Namun kesepakatan itu mengalami “jalan buntu” dan akhirnya sekitar pukul 14.00 Wib, puluhan petugas Satpol PP kembali melakukan penertiban dengan membongkar dan mengangkut salah satu kios, tindakan tersebut mendapat perlawanan dari puluhan pedagang setempat, sempat terjadi aksi tarik menarik barang dagangan.

Para pedagang meminta agar kios dan barang-barang dagangan yang dibongkar jangan diangkut ke atas truk Satpol PP. Karena situasi semakin memanas akhirnya petugas Satpol PP kembali menunda upaya penertiban tersebut.

Kasat Pol PP Kota Tebingtinggi M Guntur Harahap mengakui, sebelum dilakukan penertiban telah ada sosialisasi dari pihak kantor Lurah diantara pedagang dan dilanjutkan kedatangan warga ke gedung wakil rakyat beberapa waktu lalu. Namun pertemuan itu tidak membuahkan hasil sehingga Satpol PP berada di dua jalan, yakni “atas kena bawah kena”.

Menurutnya, selama ini pihaknya semakin tersudut saat menjalankan perintah atasan, meski telah bersusah payah untuk melakukan penertiban agar pedagang tidak melanggar aturan, namun ternyata mereka “dicemoh” dan semakin disudutkan warga hingga akhirnya penertiban pedagang terpaksa ditunda.

Sementara itu, perwakilan pedagang, Misron Tanjung dan Kocu Saragih, mengatakan mereka berharap penertiban dibicarakan dahulu. Sebab pedagang akan kembali mendatangi para wakil rakyat di DPRD Kota Tebingtinggi untuk mempertanyakan tentang lokasi dagangan mereka bila tetap dilakukan penertiban. (Ramadhan)