Bocah Penderita Tumor Abdomen Butuh Bantuan Dermawan

  • Whatsapp

 

Buananusantaraonline.com, Tebing Tinggi – Bocah berusia dua tahun, Tri Adelia Sikumbang anak ketiga dari pasangan Supianto Sikumbang (33) dan Hemawarni (27) warga Lingkungan III Jalan Ir H Juanda Kelurahan Tanjung Marulak Kota Tebingtinggi yang diagnosa dokter menderita penyakit tumor abdomen (pembengkakan bagian perut) membutuhkan uluran tangan para dermawan karena keterbatasan biaya.

Ditemui di RSUD dr Kumpulan Pane Tebingtinggi, Hemawarni menceritakan, Tri Adelia sudah dirawat selama hampir sepekan di rumah sakit milik Pemko Tebingtinggi tepatnya di Ruang Camar menggunakan kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Dia mengaku tidak memiliki kartu BPJS karena terhalang tidak memiliki Kartu Keluarga (KK) karena Hemarwani merupakan istri kedua dari Supianto.

“Memang pihak rumah sakit sudah menyarankan untuk dirujuk ke rumah sakit H Adam Malik di Medan, tetapi karena BPJS belum siap, terpaksa Tri Adelia dirawat disini,” terang Hemawarni, Senin (1/6).

Menurut Hemawarni, suaminya hanya berprofesi sebagai sopir angkutan kota, ditambah dirinya belum mendapatkan surat nikah sah dari KUA setempat karena suaminya belum menceraikan istri pertamanya, tetapi mereka berdua sudah berpisah lama. “Itulah kendala yang kami alami untuk mendapatkan kartu BPJS, kalau diurus pun, harus melalui KK milik orangtua kami,” keluhnya. Tri Adelia mulai menunjukkan gejala pembengkakan perut dua minggu belakangan ini dan dia sering rewel bila malam hari. Awalnya Tri diduga mengalami cacingan, tetapi setelah diberi obat, tidak juga mengalami perubahan, bahkan perutnya semakin membesar dan berat badan turun dratis.

“Setelah kami periksakan ke dokter, katanya Tri menderita tumor abdomen. Tri dirawat di RSUD dr Kumpulan Pane dengan fasilitas Jamkesda dan gratis, tapi karena alat medis belum lengkap, Tri seharusnya di rujuk ke Medan,” paparnya.

Selama dirawat di RSU Kimpulan Pane, pembengkakan perut Tri semakin membesar dan dokter setempat bilang, Tri hanya bisa dirawat di rumah sakit di Medan. “Kami sekeluarga bingung bagaimana nasib Tri jika terus dirawat di sini, sementara untuk bernafas, Tri mengalami kesusahan dan terus menanggis. Enggak ada uang kami Pak, solusinya juga kami bingung mau bagaimana, lihat Tri seperti ini, saya enggak tega,” ujar Hemawarni sambil terisak menahan tangis.

Direktur RSUD dr Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi dr H Nanang Fitra Aulia SpPK menjelaskan, pihaknya sudah semaksimal mungkin merawat pasien. “Karena kekurangan alat medis untuk melakukan operasi, keluarga kami sarankan untuk merujuk Tri Adelia ke rumah sakit yang ada di Medan. Memang ada kendala sedikit yaitu terkait tidak adanya kartu BPJS, sehingga rujukan ini sedikit tertunda menunggu selesai pengurusan kartu BPJS-nya yang baru diurus. Hendaknya masyarakat mengurus kartu BPJS sebelum sakit,” imbuh dokter Nanang. (WR)