PNS Diminta Bekerja Dengan Ikhlas

  • Whatsapp

Buananusantaraonline.com, Tebingtinggi – Walikota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan mengingatkan bahwa Halal Bil Halal hanya merupakan tradisi dan hanya ada di Indonesia, dengan mengutamakan silaturahmi mempertemukan yang halal dengan halal setelah sebulan menjalankan ibadah puasa.

“Untuk itu diharapkan kepada segenap jajaran PNS se Kota Tebingtinggi dengan semangat yang tinggi bekerja dengan ikhlas, kesungguhan hati dan ketaqwaan kepada Allah Swt agar kiranya pekerjaan yang kita emban menjadi ibadah”, kata Walikota Tebingtinggi pada acara Halal Bil Halal jajaran PNS Pemko Tebingtinggi, TNI dan Polri, Senin (3/8) di GOR Marah Halim Jalan Thamrin kota setempat.
Umar Zunaidi berharap kepada SKPD agar mencontohkan keimanan tersebut dengan menjaga kebersihan dikantor masing-masing dan lingkungan secara tertib dan teratur. “Saya ajak semua PNS di lingkungan Pemko Tebingtinggi untuk tertib dalam kehidupan dengan menjaga tingkah laku, termasuk pula didalamnya tertib dalam berlalu lintas, jangan sampai seorang PNS ditilang polantas karena tidak tertib”, ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut dirangkai juga dengan penampung tawaran calon jemaah haji dari keluarga besar PNS dan Polri sebanyak 18 orang PNS dan 1 orang dari Polri yang diharapkan agar tetap menjaga kesehatan, soliditas dan jaga nama baik, karena kedatangan mereka ke tanah suci Mekkah merupakan tamu Allah Swt.
Al Ustad H Subkhi Al Bughuri S.SosI dari Jakarta pada tausyiahnya mengupas tentang makna ber halal bil halal, untuk bersilaturahmi dan saling mendoakan agar segala sesuatu yang dikerjakan selain menjalankan tugas sebagai PNS juga mengabdi kepada Allah Swt.
Usai acara pokok Halal bil Halal dan Tampung Tawar Calon Jemaah Haji dilanjutkan dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Walikota Tebingtinggi yang sengaja disiapkan panitia sebagai peringatan Ulang Tahun H Umar Zunaidi Hasibuan yang ke 59 pada 1 Agustus 2015 kemarin.
Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan terima kasih kepada segenap jajaran PNS atas suprise tersebut, meskipun diakui kebiasaan ini secara pribadi tidak pernah dilakukan, “Kmi sekeluarga biasanya hanya berdoa kepada Allah Swt atas segala nikmat yang diberikan selama ini”, ujarnya. (Ramadhan)