Sambut HSP ke 87 Walikota Tebingtinggi Buka Festival Kreativitas Pemuda  

  • Whatsapp
Buananusantaraonline.com-Tebingtinggi, Walikota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM membuka secara resmi Festival Kreatifitas Pemuda Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke 87, Selasa (20/10) di gedung Balai Kartini yang dihadiri Asisten Deputi Peningkatan Kreatifitas Pemuda Kemenpora RI Sriyono SH MH.
Walikota mengatakan, kegiatan ini sebagai salah satu upaya melestarikan budaya bangsa Indonesia, dan merupakan kewajiban kita untuk menjaganya terutama pada generasi muda. “Dengan festival ini dapat pula dijadikan sebagai salah satu ajang untuk menjalin silaturahmi, membangun kebersamaan khususnya dalam melestarikan budaya dari berbagai suku bangsa Indonesia, yang merupakan kekayaan Bangsa ini dan tidak dimiliki oleh bangsa-bangsa lain didunia”, katanya.
Dikatakan, ajang festival ini juga tempat para generasi muda khususnya pelajar untuk mempertunjukan bakat dan kreatifitas serta potensi yang dimiliki, kelak dapat diperkenalkan kepada bangsa luar. Terutama saat kita yang sebentar lagi akan memasuki pasar MEA akhir tahun 2015 ini, diharapkan pada generasi muda nantinya dapat menjadi ujung tombak menangkal budaya asing  masuk ke negeri ini yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia.
Daya tangkal yang paling baik adalah dengan memperkenalkan dan menampilkan budaya kita, apakah itu dalam bentuk tarian, pakaian, lagu, permainan tradisional, apalagi Sumatera Utara yang dihuni berbagai etnis, ada Melayu, Jawa, Minang, Batak, Karo, Simalungun, Nias dan lainnya. “Untuk itu saya berharap kepada generasi muda agar jadi orang yang cerdas. hindari perbuatan-perbuatan yang sama sekali tidak bermanfaat seperti narkoba, pemborosan dan ngebut-ngebut di jalan umum”, pesan walikota.
Asisten Deputi Peningkatan Kreatifitas pemuda Kemenpora RI Sriyono SH MH mengatakan, kegiatan ini mempererat rasa persaudaraan antar pemuda se Kota Tebingtinggi dan membangkitkan potensi dan peran aktif pemuda.Dengan festival ini diharapkan Kota Tebingtinggi semakin terkenal dengan berbagai kebudayaan yang dimiliki dan juga merupakan salah satu kearifan lokal yang layak untuk terus dilestarikan”, imbuhnya.
Sementara Kadispora Budpar H Azhar Effendi Lubis dalam laporannya mengatakan, festival ini diikuti oleh 250 orang siswa SMA/MA dan SMK dan jenis perlombaannya Lomba Tarian Kreasi daerah Sumut, Paduan Suara dan Festival Band. (WR)