Jelang Natal dan Tahun Baru Diskouperindag Tebingtinggi Monitoring Makanan Kadaluarsa

  • Whatsapp

jelang tahun baru 1 

www.buananusantaraonline.com, Tebingtinggi – Mengantisipasi beredarnya makanan dan minuman dalam kemasan yang sudah kadaluarsa dan kemasannya rusak, yang dijual dalam bentuk parcel dan bingkisan saat menjelang hari besar keagamaan Natal dan Tahun Baru, Pemko Tebingtinggi melalui Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoupperindag) setempat melakukan monitoring makanan kadaluarsa ke sejumlah pasar swalayan dikota itu.
Sejumlah toko dan pasar swalayan yang dikunjungi tim peningkatan dan pengawasan peredaranbarang dan jasa kerjasama Diskouperindag, Dinas Kesehatan, Satpol PP dan Polres Tebingtinggi yangdipimpin Kadis Kouperindag diwakili Kabid Perdagangan Diskouperindag, Fachri antara lain, Great Market Pantai Timur di Jalan Merdeka, Irian Supermarket di Jalan Thamrin serta Ramayana Dept Store di Jalan Sudirman Kota Tebingtinggi.
“Monitoring pengawasan peredaran makanan di toko swalayan kali ini adalah untuk melihat secara langsung apakah ada makanan dalam kemasan yang sudah kadaluarsa dan kemasannya rusak tapi masihdijual oleh pihak pedagang, apalagi jelang natal dan tahun baru saat ini, makanan kemasan tersebut umumnya dikemas dalam bentuk parcel maupun bingkisan untuk mengelabui konsumen”, ujar Kabid Perdagangan Fachri, Selasa (22/12) dikantornya Jalan Gunung Leuser Tebingtinggi.
Menurut Fachri, pihaknya dalam hal ini hanya melakukan himbauan kepada para pedagang agar tidak menjual makanan yang kualitasnya tidak baik kepada masyarakat. “Kami mengimbau agar makanan kemasan yang kadaluarsa dan rusak kemasannya seperti susu dan minuman kaleng supaya ditarik dan tidak boleh dijual ke konsumen, karena lapisan kaleng kemasan ada zat berbahaya dan akan bercampur dengan minuman bila kondisinya penyot atau rusak, jadi tidak boleh dijual”, tegasnya.
Pada kesempatan itu, Fachri kembali mengimbau masyarakat yang akan berbelanja agar memperhatikan empat prinsip konsumen cerdas, “Empat prinsip konsumen cerdas adalah, pertama teliti sebelum membeli, kedua perhatikan tanggal atau label kadaluarsanya, ketiga label SNI-nya dan keempat, belanjalah sesuai dengan kebutuhan bukan keinginan”, jelasnya.
Keempat point tersebut, kata Fachri, sangat penting dicermati oleh konsumen, “Hal ini perlu selalu diingatkan kepada masyarakat sebab terkadang konsumen lalai atas prinsip-prinsip konsumen cerdas tersebut, apabila keempat point tips konsumen cerdas bisa dilaksanakan dengan baik kami yakin konsumen tidak akan dirugikan, demikian juga para pelaku usaha tidak akan menjual barang-barang yang sudah tidak layak dikonsumsi”, pungkasnya. (WR)