Walikota Tebingtinggi : Menuju Kota Bersih, Sehat dan Tertib Harus Rubah Mindset

  • Whatsapp
Buananusantaraonline.com-Tebingtinggi,

Walikota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM menegaskan, untuk menuju Kota Bersih dan Sehat selamanya, yang dikejar bukan hanya sekedar mengejar berbagai penghargaan semata, “Kita semua harus mau merubah mindset (cara berfikir) tanpa terkecuali apakah itu aparatur pemerintah kota maupun masyarakat Kota Tebingtinggi”.
Nada tegas ini disampaikan Walikota Tebingtinggi dalam pertemuan dengan semua pimpinan SKPD se Kota Tebingtinggi dalam rangka mensukseskan program Tebingtinggi Kota Bersih, Sehat dan Tertib, Kamis (28/1) di Lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah dikawasan Sei Segiling Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi.
Dengan sedikit bernada meninggi, Umar Zunaidi menekankan, jika melihat kondisi saat ini, keadaan Tebingtinggi ibaratnya jika klub bola seperti Chelsea baru habis juara kompetisi, berikutnya kini melorot di urutan 14, Tebingtinggi baru saja mendapatkan piala Adipura, Kota Sehat dan Wahana Tata Nugraha. “Perubahan mindset harus dilakukan secara keseluruhan tanpa terkecuali dan itu harus dilakukan mulai dari sekarang, tidak menunggu-nunggu lagi, saya ingin dan beri waktu selama 1 minggu semua harus lebih baik dari hari ini, tandasnya.
“Saya ini Walikota Fighter (petarung) bukan hanya duduk-duduk dibelakang meja, klemak-klemek kata orang jawa, saya ingin semua bangun, bergerak dan maju bersama-sama membangun kota ini. Kepala Dinas, Kepala Badan, Camat, Lurah jangan hanya duduk di kantor, lihat dan langsung ke lapangan kondisinya bagaimana, ajak semua komponen masyarakat bersama-sama bertanggungjawab terhadap kota ini, jangan pernah bertanya apa untungnya buat saya, jika saya lakukan seperti ini, cetusnya.
Kepada semua instansi di lingkungan Pemko Tebingtinggi, Walikota meminta masalah kebersihan bukan semata-mata tanggungjawab Dinas Kebersihan Pertamanan (DKP) saja, tetapi semua instansi, masakan urusan kebersihan pasar (pajak) DKP juga, ya Dispenda lah turun tangan”, ujar walikota mengingatkan.
Urusan kebersihan terminal juga DKP, ini tidak benar, itu urusan Dishub, sampah di sungai Bahilang juga urusan DKP, mestinya urusan PU yang nanganinya, kan ada seksi pengairan, kantor-kantor kebersihannya urusan kepala SKPD jangan semua diserahkan ke dinas kebersihan”, ujarnya.
Dikatakan Walikota, semua yang dilakukan bukan semata-mata hanya untuk mengejar penghargaan ini dan itu, tetapi Bersih, Sehat dan Tertib. “Itu harus kita jadikan sebuah budaya bersama sepanjang masa dan terus kita wariskan untuk anak cucu, bukan bersifat insedental. Camat, Lurah juga harus peka terhadap wilayahnya, masakan ada toko yang permanen ditengah kota keranjang sampahnya sisa bekas keranjang kol dari bambu, ini tidak betul, dimana camat dan lurahnya”, tegasnya lagi.
Sementara Kapolres Tebingtinggi yang turut hadir dalam pertemuan itu menambahkan, budaya bersih, sehat dan tertib itu dimulai dari diri sendiri, lingkungan dan kelurahan, kecamatan, kota dan seterusnya. “Jika instansi manapun memerlukan bantuan tenaga personil Polres Tebingtinggi, saya akan siap memberikan bantuan, tidak saja bidang keamanan, jika kita semua tertib, mudah-mudahan segala sesuatunya berjalan lancer”, kata Kapolres Tebingtinggi. (WR)