Walikota Resmikan Kampung Organik di Kelurahan Lalang

  • Whatsapp
 
PANEN SAYURWalikota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Wakil Walikota Ir Oki Doni Siregar, Camat Rambutan Zubeir Husni Harahap dan Lurah Lalang Hadi Supeno ketika meresmikan kampung organik dan panen perdana budidaya bunga kol dataran rendah di Kelurahan Lalang Kota Tebingtinggi”. (Doc. BNO-WR)
Buananusantaraonline.com-Tebingtinggi, Walikota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan meresmikan Kampung Organik yang berlokasi di Lingkungan II Kelurahan Lalang Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi, Kamis (3/2). Kegiatan yang dihadiri Wakil Walikota Ir H Oki Doni Siregar dan Camat Rambutan Zubeir Husni Harahap tersebut ditandai dengan penyerahan SK Kampung Organik kepada Lurah Lalang Hadi Supeno SH serta panen perdana tanaman sayuran bunga kol dataran rendah.
Selain meresmikan Kampung Organik di Kelurahan Lalang, pada kesempatan itu Walikota H Umar Zunaidi Hasibuan juga menyerahkan SK Kampung Iklim kepada Lurah Tanjung Marulak Hilir, Suarni disaksikan Kadis Pertanian Marimbun Marpaung, Kadis Kebersihan dan Pertamanan Hj Rusmiaty Harahap serta Kakan Lingkungan Hidup Idham Khalid.
Walikota H Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan apresiasi kepada Saliman, salah seorang petani sayur Kelompok Tani Karya Bersama di Jalan Bukit Jamu Lingk II Kelurahan Lalang yang dengan jerih payahnya telah berhasil mengembangkan budidaya aneka tanaman sayuran khususnya bunga kol dataran rendah  yang diprakarsai oleh Lurah Lalang Hadi Supeno.
Sayuran bunga kol yang biasa hanya hidup di dataran tinggi dan berhawa dingin ternyata bisa tumbuh dan berkembang di dataran rendah dan bersuhu panas, ini luar biasa, semua berkat jerih payah Pak Saliman. Saya berharap Saliman-Saliman baru bermunculan dan Tebingtinggi bisa menjadi daerah penghasil holtikultura”, katanya.
Pada kesempatan itu, walikota Umar Zunaidi juga menyampaikan harapannya agar para petani di kota itu lebih giat lagi bekerja supaya bisa swadaya sayuran sehingga untuk kebutuhan sayur mayur tidak mendatangkan komoditas sayur mayur dari daerah lain. “Saya menargetkan hasil tanaman kampung organik ini bisa menembus pasar-pasar supermarket untuk dipasarkan, karena bunga kol dataran rendah ini termasuk sayuran organik yang langka dan digemari banyak orang”, ujarnya.
Selain tanamam sayur organic, Umar kembali menjelaskan bahwa untuk memenuhi pangan, Pemko Tebingtinggi juga menggalakkan pertanian padi di Kelurahan Pinang Mancung seluas 350 hektar dengan masa tanam padi tiga kali setahun. “Saat ini lahan pertanian tanaman padi kita luasnya 350 hektar bila dalam setahun bisa tiga kali panen berarti bisa menghasilkan sekitar 7.500 ton gabah padi, tentunya bisa membantu bagi petani kita. Saya juga menyampaikan apresiasi kepada PT Tani Indo yang telah melakukan pendampingan terutama dalam penyediaan bibit-bibit unggulan agar panen bisa berhasil”, terangnya.
Sedangkan kepada Dinas Pertanian Kota Tebingtinggi, Umar juga meminta agar terus melalukan pembimbingan kepada kelompok tani yang ada, selain itu, bantuan bibit ikan juga perlu di budidayakan kepada masyarakat untuk sektor pertanian. Pada intinya, jadi petani harus kerja keras dan punya keyakinan untuk berhasil. Kepada masyarakat harus memanfaatkan lahan perkarangan dengan menanam berbagai jenis sayuran untuk membantu perekonomian keluarga”, harap Umar.
Sementara itu, petani sayur Saliman mengaku punya keyakinan berhasil mengembangkan budidaya bunga kol dataran rendah dan hasilnya sangat memuaskan. Karena kita tahu bunga kol biasa hidup didataran tinggi, namun disini mampu berkembang dengan baik, hasilnya sangat memuaskan, dalam seetiap pohon menghasilkan bunga kol seberat rata-rata 0,5 kg. Untuk tingkat kesulitan perawatan sebenarnya tidak ada, hanya saja ketika curah hujan tinggi, perkembangan bunga kol sedikit terganggu dan harus ditutup dengan plastic”, jelasnya. (WR)

Pos terkait