MEA, Peluang Kerja Profesi Perawat Semakin Besar

  • Whatsapp


POTONG TUMPENG: “Acara Seminar Kesehatan yang diselenggarakan PPNI Kota Tebingtinggi diwarnai dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Walikota Tebingtinggi H Umar Zunaidi Hasibuan”. (Doc. BP-WR)

Buanapos-Tebingtinggi, Menjalani profesi sebagai seorang perawat merupakan satu pekerjaan yang terhormat dan mulia. Dan peluang pekerjaan bagi profesi tersebut semakin besar dengan berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) karena salah satu lowongan pekerjaan yang menjadi kesepakatan bersama negara-negara ASEAN.

Bacaan Lainnya

“Tentunya tenaga perawat yang nantinya berpeluang untuk profesi perawat tersebut adalah mereka-mereka yang telah mempunyai STR dan SKP yang merupakan salah satu kewajiban yang dimiliki seorang tenaga perawat”, demikian ujar Walikota Tebingtinggi H Umar Zunaidi Hasibuan saat membuka Seminar Keperawatan yang dilaksanakan PPNI Kota Tebingtinggi, Senin (28/3) di Gedung Hj Sawiyah dengan narasumber Ketua PPNI Sumut Evi Karota Bukit SKp MNS.

Untuk memperoleh STR (surat tanda registrasi) dan SKP (satuan kredit profesi) ini, seorang perawat harus wajib melalui ikut ujian guna memperoleh hasil perawat yang professional dan mampu melaksanakan tugasnya sesuai dengan keilmuan yang dimiliki. “Seorang perawat itu tidak hanya memenuhi STR dan SKP nya saja, melainkan juga harus mampu menjaga etika sebaik-baiknya”, pesan Umar Zunaidi.

Dalam menghadapi pasiennya, perawat juga harus memperlihatkan muka yang manis dan bersuara lembut. “Perlakukan pasien itu dengan santun, sapa, senyum dan sentuh harus menjadi suatu karakter bagi setiap perawat, hal ini bisa menjadi obat bagi seorang pasien. Kepada perawat yang belum memiliki STR dan SKP agar segera melengkapinya, dan jika tidak mau, lebih baik tidak usah jadi perawat, mungkin jadi satpol aja lebih baik”, canda walikota.

Sebelumnya Ketua PPNI Kota Tebingtinggi Hj Ernawati Lubis S.Pd M.Kes menyampaikan, jumlah perawat di Tebingtinggi sebanyak 719 orang dan yang sudah memiliki STR dan menjadi anggota PPNI berjumlah 361 orang (50,2%). Seminar diikuti 250 orang perawat dari RSU dan Balai Pengobatan yang ada di Tebingtinggi dan berlangsung sehari penuh dengan narasumber Ketua PPNI Provsu, KP2T Tebingtinggi dan Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi.

Acara Seminar Kesehatan yang dihadiri Kadis Kesehatan M Syah Irwan, Direktur RSUD Kumpulan Pane dr H Nanang Fitra Aulia Sp.PK dan para pimpinan RSU se Kota Tebingtinggi itu diwarnai dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Walikota Tebingtinggi H Umar Zunaidi Hasibuan. (WR)

Pos terkait