Proyek 7,8 Milyar Penahan Gelombang Bakal Jadi Percontohan Kampung Nelayan

  • Whatsapp

Batubara, buanapos.com — Pemerintah Kabupaten Batubara telah memulai proyek pembangunan tembok penahan gelombang air pasang didesa Bandar Rahmad Kecamatan Tanjung Tiram.

Proyek 7,8 Milyar yang digulirkan pemerintah pusat untuk wilayah pesisir di Batubara akan menjadi salah satu pilot project untuk melakukan Penataan Kawasan Permukiman Nelayan dan Tepi Air.

Bacaan Lainnya

Mandor lapangan dari Perusahaan CV Permata Kasih Bodi menyebutkan Proyek yang dikerjakan dari Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batubara senilai 7,8 Milyar tersebut diharapkan dapat merubah kampung nelayan yang sudah nyaris terkikis gelombang dapat dipugar kembali.

Tak hanya itu, proyek yang dikerjakan ini juga akan mengubah kampung nelayan menjadi salah satu icon objek wisata di Batubara Sumatera Utara.

Bodi menjelaskan, proyek ini dikerjakan selama lebih kurang dua bulan. Mulai dari penggalian pondasi dasar hingga membangun cor beton berkualitas K 300 mutu betonnya.

“Awalnya, kita akan gali dulu pondasinya untuk memudahkan menanam cor beton yang sudah dicetak berbentuk riol dan kubus,” Kata Bodi.
[22/8 12:47] Khairil lubis Buanapos: Bodi menjelaskan, proyek ini dikerjakan selama lebih kurang dua bulan. Mulai dari penggalian pondasi dasar hingga membangun cor beton berkualitas K 300 mutu betonnya.

“Awalnya, kita akan gali dulu pondasinya untuk memudahkan menanam cor beton yang sudah dicetak berbentuk riol dan kubus,” Kata Bodi.
[22/8 12:49] Khairil lubis Buanapos: Proyek Pembangunan Tembak Penahanan Gelombang 7,8 Milyar
Proyek 7,8 Milyar Penahan Gelombang Bakal Jadi Percontohan Kampung Nelayan
AGUSTUS 20TH, 2020 EKONOMI0 COMMENTS

Zulnas.com, Batubara — Pemerintah Kabupaten Batubara telah memulai proyek pembangunan tembok penahan gelombang air pasang didesa Bandar Rahmad Kecamatan Tanjung Tiram.

Proyek 7,8 Milyar yang digulirkan pemerintah pusat untuk wilayah pesisir di Batubara akan menjadi salah satu pilot project untuk melakukan Penataan Kawasan Permukiman Nelayan dan Tepi Air.

Mandor lapangan dari Perusahaan CV Permata Kasih Bodi menyebutkan Proyek yang dikerjakan dari Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batubara senilai 7,8 Milyar tersebut diharapkan dapat merubah kampung nelayan yang sudah nyaris terkikis gelombang dapat dipugar kembali.

Tak hanya itu, proyek yang dikerjakan ini juga akan mengubah kampung nelayan menjadi salah satu icon objek wisata di Batubara Sumatera Utara.

Bodi menjelaskan, proyek ini dikerjakan selama lebih kurang dua bulan. Mulai dari penggalian pondasi dasar hingga membangun cor beton berkualitas K 300 mutu betonnya.

“Awalnya, kita akan gali dulu pondasinya untuk memudahkan menanam cor beton yang sudah dicetak berbentuk riol dan kubus,” Kata Bodi.

Plank Proyek 7,8 Milyar Kawasan Perumahan Nelayan
Lebar jalan yang akan dibangun diperkirakan dengan lebar 17 meter, dengan ketinggian satu meter dari badan jalan yang ada. Sedangkan tanah bekas galian akan ditimbun kembali dengan menggunakan pasir dan disusun riol berbentuk gorong-gorong sejajar guna sebagai penahan gelombang air pasang.

Lebih tehnis, dia menjelaskan, setelah galian dua meter kedalaman dan lebar dua meter, pihak pekerja akan menanamkan batu gunung sebagai dasar agar dasar tanah tidak labil.

Setelah itu, baru kemudian ditanam kubus dengan diameter 1 meter sebagai lantai untuk menaikkan riol yang dipasang jikjak keatas menuju daratan pantai.

“Riolnya akan kita cetak lebih dari 2800, sedangkan cor beton yang berbentuk kubus dengan mutu beton K 300 akan disiapkan sebanyak 900 buah,” Bebernya.

Proyek ini sudah kita mulai dari bulan februari kemarin. Kesulitan dalam melaksanakan proyek ini adalah badan jalan yang sulit dilalui.

“Proyek ini dikerjakan dengan panjang 300 meter, yang meliputi kawasan perumahan nelayan dan sekolah. Kendalanya adalah mobilisasi jalan. Akses jalan yang terlebih dahulu dikerjakan, agar memudahkan armada untuk mengangkut bahan matreal,” Tandasya.
[22/8 12:50] Khairil lubis Buanapos: Lebar jalan yang akan dibangun diperkirakan dengan lebar 17 meter, dengan ketinggian satu meter dari badan jalan yang ada. Sedangkan tanah bekas galian akan ditimbun kembali dengan menggunakan pasir dan disusun riol berbentuk gorong-gorong sejajar guna sebagai penahan gelombang air pasang.
[22/8 12:51] Khairil lubis Buanapos: Proyek Pembangunan Tembak Penahanan Gelombang 7,8 Milyar
Proyek 7,8 Milyar Penahan Gelombang Bakal Jadi Percontohan Kampung Nelayan
AGUSTUS 20TH, 2020 EKONOMI0 COMMENTS

Zulnas.com, Batubara — Pemerintah Kabupaten Batubara telah memulai proyek pembangunan tembok penahan gelombang air pasang didesa Bandar Rahmad Kecamatan Tanjung Tiram.

Proyek 7,8 Milyar yang digulirkan pemerintah pusat untuk wilayah pesisir di Batubara akan menjadi salah satu pilot project untuk melakukan Penataan Kawasan Permukiman Nelayan dan Tepi Air.

Mandor lapangan dari Perusahaan CV Permata Kasih Bodi menyebutkan Proyek yang dikerjakan dari Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batubara senilai 7,8 Milyar tersebut diharapkan dapat merubah kampung nelayan yang sudah nyaris terkikis gelombang dapat dipugar kembali.

Tak hanya itu, proyek yang dikerjakan ini juga akan mengubah kampung nelayan menjadi salah satu icon objek wisata di Batubara Sumatera Utara.

Bodi menjelaskan, proyek ini dikerjakan selama lebih kurang dua bulan. Mulai dari penggalian pondasi dasar hingga membangun cor beton berkualitas K 300 mutu betonnya.

“Awalnya, kita akan gali dulu pondasinya untuk memudahkan menanam cor beton yang sudah dicetak berbentuk riol dan kubus,” Kata Bodi.

Plank Proyek 7,8 Milyar Kawasan Perumahan Nelayan
Lebar jalan yang akan dibangun diperkirakan dengan lebar 17 meter, dengan ketinggian satu meter dari badan jalan yang ada. Sedangkan tanah bekas galian akan ditimbun kembali dengan menggunakan pasir dan disusun riol berbentuk gorong-gorong sejajar guna sebagai penahan gelombang air pasang.

Lebih tehnis, dia menjelaskan, setelah galian dua meter kedalaman dan lebar dua meter, pihak pekerja akan menanamkan batu gunung sebagai dasar agar dasar tanah tidak labil.

Setelah itu, baru kemudian ditanam kubus dengan diameter 1 meter sebagai lantai untuk menaikkan riol yang dipasang jikjak keatas menuju daratan pantai.

“Riolnya akan kita cetak lebih dari 2800, sedangkan cor beton yang berbentuk kubus dengan mutu beton K 300 akan disiapkan sebanyak 900 buah,” Bebernya.

Riolnya akan kita cetak lebih dari 2800, sedangkan cor beton yang berbentuk kubus dengan mutu beton K 300 akan disiapkan sebanyak 900 buah,” Bebernya.

Proyek ini dikerjakan dengan panjang 300 meter, yang meliputi kawasan perumahan nelayan dan sekolah. Kendalanya adalah mobilisasi jalan. Akses jalan yang terlebih dahulu dikerjakan, agar memudahkan armada untuk mengangkut bahan matreal,” Tandasya.

Sejalan dengan proyek pembangunan tembok penahanan gelombang air pasang. Pihak pemkab sudah merencanakan akan memindahkan situs bersejarah Kubah meriam pada bangunan lama akan dipindahkan ke lahan proyek.

Untuk persiapan, Pemkab akan bekerjasama dengan pemerintah Desa Bandar Rahmad dalam mendukung pembangunan lanjutan agar dilahan itu bisa dijadikan objek wisata alam dan situs bersejarah.

Dengan membangun ruangan yang berbentuk Kubah dan dikelilingi dengan batu batako, sehingga daerah itu menjadi tempat spot bagi pengunjung untuk berfoto selfie.

Kehadiran proyek tersebut disambut baik oleh masyarakat setempat Desa Bandar Bandar Rahmad yang berjumlah penduduk lebih kurang 1000 KK itu mengaku turut menikmati.

“Kami masyarakat perumahan nelayan sangat mendukung secerah harapan perubahan kampung nelayan,” Harap warga perumnas tegas Syahril Damanik saat di Kompermasi buanapos.com
(khairil)

Pos terkait