Pemandian Sidogor (Batu Jalur) Kotarih Memakan Korban, Satu Dinyatakan hilang Belum Ditemukan

  • Whatsapp


Serdang Bedagai, Buanapos. Net
– Pemandian Sidogor (Batu Jalur) yang terletak di Desa Perbahingan, Kecamatan Kotarih, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut.

Tempat wisata sungai ini kerap kali ramai dikunjungi oleh masyarakat, baik dalam daerah maupun luar daerah.

Bacaan Lainnya

Namun malang bagi, Muhammad Pais Ismi (16),warga Desa Pematang Kasi, Kecamata Pantai cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, saat mandi – mandi dengan temannya,
minggu, 30 Agustus 2020 pukul 15.45 wib, Muhammad Pais Ismi tenggelam tak kunjung kelihatan sampai berita ini diturunkan.

Kronologis kejadian, pada saat itu Minggu , (30/08),korban berkunjung bersama teman – temannya ke pemandian Sidogor (Batu Jalur), sekitar pukul 13:45. Sikorban dan teman-temannya mandi di sekitar alur sungai, naasnya, Muhammad Pais dan temannya Dian (15),sama-sama warga Pematang Kasi, Kecamatan Pantai Cermin, hanyut dan tenggelam.

Nasib baik Dian, rekan Korban dapat diselamatkan warga setempat, namun lain halnya Muhammad Pais tidak dapat diselamatkan hingga berita ini diturunkan.

Dian rekan korban setelah dapat diselamatkan langsung dilarikan ke Puskesmas Kotarih, dan mendapat perawatan, selamat dari maut.

Warga masyarakat dan unsur muspika, dibantu Basarnas sampai saat ini, Senin (31/08)berusaha mencari korban namun korban belum juga ditemukan.

Tim Buanapos. Net, yang turun langsung ditempat kejadian, dan menanyakan langsung kepada Tim Gabungan Basarnas, melalaui Kapolsek Kotarih, Iptu D. Panjaitan yang didampingi, Camat Kotarih L Naibaho S.Sos, Dan-ramil 17 Kotarih, Kapten Inf Ramlan, ketua Tim Basarnas, Rori.

Kapolsek Kotarih, D. Panjaitan menerangkan kepada Buanapos. Net mengenai kejadian hanyut dan tenggelamnya korban atas nama Muhammad Pais, terjadi, Minggu (30/08) saat mandi- mandi bersama teman-teman di sungai jalur ini.

Mereka lalai kalau daerah sungai tempat mereka itu airnya dalam dan arusnya kencang. Beberapa warga setempat telah mengingatkan mereka agar jangan mandi disitu, namum mereka tak menghiraukan.

Lantas sikorban dan temannya yang berjumlah delapan orang langsung lompat ke dalam sungai, namun dua orang tidak nampak muncul kepermukaan, sehingga sepontan para warga menolong mereka.

Satu orang yang bernama Dian dapat diselamatkan, sedangkan satu lagi, Muhammad Pais, hingga saat ini belum diketemukan.

Pencarian dilakukan sejak kejadian, Minggu(30/08) hingga, Senin (31/08) korban belum ditemukan.

” Saya berharap korban dapat cepat ditemukan, tentunya kerja keras tim gabungan, Basarnas, Pemerintah Kecamatan, Polsek Kotarih, Dan-ramil 17 Kotarih, relawan, masyarakat dan juga pada hari ini turut juga hadir Kasat Reskrim Polres Serdang Bedagai, juga dari Sabara, yang semua bertujuan agar korban dapat segera ditemukan, ” harap Kapolsek Kotarih, Iptu D. Panjaitan.

Dijelaskan Rori ketua tim ( Sat Gabungan) dari Basarnas Medan, yang terdiri dari unsur kepolisian, TNI, BPBD,relawan, perangkat desa.
Rori dari tim basarnas telah berupaya semaksimal mungkin dengan didukung peralatan seperti perahu karet 2 unit,garukan(jangkar).

” Dengan perahu karet kami telah mengobok – obok sungai dengan tujuan agar sikorban muncul, dan juga untuk menentukan titik – titik yang akan diselami,” terangnya.

” Kami dari basarnas ada 7 orang personil, dan akan berusaha semaksimal mungkin bersama tim gabungan untuk menemukan korban. Kalaupun hari ini belum juga ditemukan, karena cuaca kurang bersahabat akibat akan turunya hujan, maka pencarian dilanjudkan esok hari, Selasa ( 01/09). ( Baroes).

Pos terkait