Ditargetkan,1,5 Juta UKM Sumut Terima Bantuan Rp 2,4 Juta. Baru 40.087 UKM Layak Dapat Bantuan

  • Whatsapp

Medan, buanapos.com-

Pemprov Sumut terus berupaya mendorong penguatan UKM dan IKM) terdampak pandemi Covid-19. Antara lain melalui Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) UMKM atau Bantuan Presiden (Banpres) Produktif Usaha Mikro (BPUM).

Bacaan Lainnya

Pemprov Sumut menargetkan sedikitnya 1,5 juta UKM/IKM di Sumut mendapat bantuan dari program BPUM sebesar Rp 2,4 juta. Sehingga UKM/IKM di daerah ini dapat segera bangkit dan berkembang lagi  akibat pandemi Covid-19.

Demikian ditegaskan Satgas Percepatan Penguatan Ekonomi Penerima Manfaat UKM/IKM Provinsi Sumut Ritha F Dalimunthe saat melakukan video conference bersama pemerintah kabupaten/kota se-Sumut, di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Senin malam  (26/10/2020).

Ini  bantuan Presiden yang sudah berjalan sejak bulan Juni lalu  diperuntukkan bagi pelaku UKM/IKM. Sebenarnya Sumut  diberikan alokasi hingga 2 juta UKM/IKM, tapi sampai saat ini baru terpenuhi 11%. Jadi kita targetkan untuk 1,5 juta UKM/IKM dulu yang harus terpenuhi,” ujar Ritha.

Untuk  UKM/IKM yang menerima bantuan tidak ada penggolongan tertentu, semua jenis UKM/IKM punya hak sama. “Semua bisa, baik usaha fashion, kuliner,  ternak ikan cupang pun bisa menerima bantuan, asalkan omsetnya tidak lebih dari Rp 300 juta dalam setahun,” sebutnya.

Berdasarkan data Bank Indonesia, ada 355.502 UKM/IKM yang sudah diajukan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten/Kota se-Sumut, namun yang lolos verifikasi data di Kementerian Koperasi dan UKM RI 40.087 UKM/IKM.

Untuk mekanisme mengajukan permohonan, Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumut Ridha Haykal Amal mengatakan pelaku usaha harus menyelesaikan administrasi terlebih dulu.Seperti menyertakan fotocopy KTP, fotocopy Kartu KK, fotocopy Nomor Rekening Tabungan, Fotocopy Surat Keterangan Domisili Usaha. Semua kelengkapan  diserahkan ke Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten/Kota selanjutnya diserahkan ke Dinas Koperasi dan UKM Provinsi.

Banpres Produktif ini hibah, bukan pinjaman. Bantuan  jadi modal kerja pelaku usaha mikro merupakan  perluasan program Pemulihan Ekonomi Nasional,” ujar Haykal. (Tim)

Pos terkait