Pembangunan Jalan Produksi Perikanan di Pantai Sejarah Kab.Batu.Bara Menuai Pro dan Kontra di Kalangan Warga

  • Whatsapp

 

Batubara, Buanapos.com-

Bacaan Lainnya

Jalan Produksi Usaha Perikanan yang ditujukan untuk kegiatan Budi daya dan penangkapan kerang yang ada di Pantai Sejarah dan Gambus Laut dan mampu mengakomodir kebutuhan aset kegiatan budi daya dan penangkapan kerang dan sekaligus mampu memberikan edukasi ke masyarakat terkait dengan jasa lingkungan hutan Mangrove yang dilalui jalan tersebut, sehingga masyarakat akan mengenal komponen ekosistem yang ada di pesisir.
Sedangkan dengan di Bangun nya Jalan Jembatan Produksi Usaha Perikanan Menuai Pro dan Kontra .

Menurut salah seorang warga Gambus Laut Kecamatan Datuk Pesisir Kab.Batu.Bara Salim saat ditemui Buanapos.com mengatakan, Jum’at (11/12/2020) mengatakan, kalau keberadaan jalan Produksi (Jembatan) yang di bangun oleh Dinas Perikanan kabupaten Batu Bara sekarang ini di tengah masyarakat terjadi Pro dan Kontra, tetapi kalau kita melihat secara objektif tidak ada yang kontra disini, Cuma ada yang salah persepsi yang dalam masyarakat bahwa disini di jadikan sarana pariwisata.

Dalam hal ini pemanfaatan yang di lakukan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Batu Bara ini untuk pengembangan masyarakat pesisir salah satunya, “ ujar Salim.

Dikatakannya, saya selaku masyarakat yang berada di wilayah ini sarana yang dibangun ini positif yang cukup baik, pertama, dengan adanya pembangunan ini secara otomatis pondok-pondok yang selama ini ada di pinggir pantai hingga hari ini hilang lenyap begitu saja, artinya ada posisi positifnya di situ yang selama ini sulit buat kita gusur dan sulit buat kita kasih pengertian ke masyarakat, tetapi sekarang akhirnya Imek negatif di pantai ini pun hilang.

Lebih lanjut dijelaskan Salim Amiko, pemanfaatan jalan ini nantinya sisi berikutnya adalah pemanfaatan bagi para nelayan, petambak kerang dan segala macamnya. Begitu juga bakal ada di bangun semacam Gajibo beberapa titik bakal di buat yang akan di kembangkan oleh masyarakat menurut Dinas Perikanan, dan akan di buat semacam menampung pengembangan pendapatan masyarakat pesisir, karena di pandang orang bahwa itu adalah akan menampung hasil perikanan misalnya jual ikan, jual kerang dan bukan begitu juga artinya bisa saja di jadikan ekonomi kreatif  seperti karajinan tangan, cendera mata dan lain sebagainya.

Kalau di sebutkan, bahwa lokasi ini betul berdasarkan SK 579 murni kawasan hutan, Cuma saja ada kawan-kawan dan pihak-pihak yang memang saat ini yang saya ketahuiadpokasi mereka keliru masuknya, kenapa keliru masuknya mereka tidak mempelajari persoalan kawasan dan pengembangan pesisir oleh Dinas Perikanan kabupaten Batu Bara itu adalah dua persoalan yang berbeda sebetulnya, dan keberadaan ini di kaitkan dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.13 / MENLHK / SETJEN / KUM.1 / 5 / 2020 Tentang Pembangunan Sarana Dan Prasarana Wisata Alam Di Kawasan Hutan, kalau tidak salah, itu pula di kait-kaitkan persoalan pembangunan ini, sebenarnya ini tidak menyentuh P.13 itu tidak memiliki regulasi apa pun tentang jembatan atau jalan produksi usaha perikanan yang di tujukan untuk kegiatan Budi daya dan penangkapan kerang yang ada di pantai Sejarah dan ini murni tentang pengawasan yang di lakukan oleh Dinas Perikanan tentang pengembangan kawasan pesisir termasuk pulau-pulau kecil karena ini wilayahnya pesisir berarti kawasan pesisir, “ terangnya.

Masih menurut Salim, Pemkab Batu Bara sudah cukup baik dengan meletakan program ini disini, kalaulah memang misalnya, ini kita olah dibuatkan payung hukumnya berapa PAD yang bisa di ambil dan masuk ke Batu Bara dan belum lagi dari dinas-dinas lain yang barangkali akan menata ini secara simultan tentunya akan menambah pendapatan daerah.

“Saya pikir tidak ada masyarakat yang tidak sepakat yang mengatakan ini tidak di dukung, kecuali ada segelintir masyarakat yang memang kepentingannya merasa terusik, kalaulah ada orang yang tidak setuju keberadaan jembatan atau jalan produksi usaha perikanan disini berarti memang merasa terusik karena perbuatannya selama ini,“ ungkapnya.
(Khairil)

Pos terkait