BPS: Sumut Inflasi Capai 3,86 Persen, Tertinggi Gunungsitoli pada Maret 2026

Bisnis20 Dilihat

MEDAN– Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara mencatat, berdasarkan data seluruh kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumut mengalami inflasi year-on-year (y-on-y), meskipun secara bulanan justru terjadi deflasi.

Kepala BPS Sumut Asim Saputra mengatakan, pada Maret 2026  inflasi y-on-y sebesar 3,86 persen dengan IHK sebesar 111,51.

“Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Gunungsitoli sebesar 6,30 persen dengan IHK sebesar 114,90,” kata Asim, Rabu (1/4/2026).

BACA  Gelar City Gas Tour 2025  di 4 Kota Sumatera, PGN Dorong Pemanfaatan Energi Bersih Gas Bumi

Sedangkan inflasi terendah terjadi di Karo sebesar 3,01 persen dengan IHK sebesar 110,79.

Dijelaskannya, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya
sepuluh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan
tembakau sebesar 3,50 persen.

Kemudian kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,53 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar
6,73 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,54 persen.

BACA  SimpelRoam Haji IM3 Fasilitasi Jamaah Komunikasi di Tanah Suci

Selain itu juga pengeluaran pada kelompok transportasi sebesar 1,54 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,50 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,75 persen.

Demikian juga pada kelompok pendidikan sebesar 2,71 persen; kelompok penyediaan makanan dan
minuman/restoran sebesar 2,37 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 14,77 persen.

BACA  Sharp Indonesia  Luncurkan SASPro Series, Speaker Portable  untuk Karaoke hingga Live Performance

Sedangkan satu indeks kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan yaitu: kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,23 persen.

Sementara tingkat deflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,13 persen dan tingkat deflasi year to date (y-to-d) Provinsi Sumatera Utara Maret 2026 sebesar 0,66 persen. (swisma)