MEDAN-Pemerintahan kota Medan, BRIDA dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) gandeng Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) gelar Medan Coding Competition Medan 2026.
Salah satu kegiatannya menghadirkan mini talkshow dengan tema “Anak Medan Siap Menjadi Penggerak Dunia Digital” di Auditorium Kampus Jalan Muchtar Basri Medan, Jumat 8/5/2026().
Mini talkshow ini menghadirkan tiga narasumber di antaranya Bank Indonesia Sumatera Utara, Fadia Putri, Bank Indonesia Divisi Pengelolaan Uang Rupiahm Julian dan Akademisi UMSU Dekan FEB Dr. Radiman, M.Si.
Wakil Rektor III UMSU, Assoc. Prof. Dr. Rudianto, M.Si mewakili rektor membuka lkegiatan ini.
Dia menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar menyiapkan mahasiswa menghadapi perubahan teknologi yang sangat cepat.
“Kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi momentum untuk membangun ekosistem digital di kalangan mahasiswa,” kata Rudianto.
Dia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara kampus, lembaga pemerintah, dan sektor industri.
“Kehadiran berbagai pihak, mulai dari akademisi, Bank Indonesia, hingga komunitas mahasiswa menunjukkan bahwa transformasi digital harus dilakukan secara kolaboratif,” jelasnya.
Rudianto menilai mahasiswa saat ini memiliki peluang besar menjadi pelaku utama ekonomi digital Indonesia.
Dia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar mahasiswa memiliki ruang belajar di luar kelas.
Plt. Ketua DPC IWAPI Kota Medan yang juga Ketua BSTI UMSU, Yoshida Sary menegaskan transformasi digital menjadi kebutuhan utama bagi pelaku usaha, khususnya perempuan pelaku UMKM.
“Di era digital ini pelaku usaha kita, khususnya perempuan, harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memahami literasi digital,” ujar Yosida Sari.
Dia menjelaskan bahwa Medan Coding Competition 2026 digelar selama dua hari, diawali talk show edukasi digital dan dilanjutkan kompetisi coding di UMSU.
“Kegiatan ini benar-benar untuk mendukung pemberdayaan perempuan UMKM melalui edukasi digital,” tambahnya.
Menurutnya, kolaborasi antara IWAPI, Pemerintah Kota Medan, BRIDA dan UMSU menjadi bukti nyata sinergi lintas sektor dalam membangun ekonomi berbasis teknologi.
Mini talk show dipandu Assoc. Prof Dr. Anggiasari Lubis, M.Si, dengan pemaparan dari BI Sumut Fadia Putri tentang “Transformasi sistem pembayaran digital melalui QRIS”.
Kemudian, BI Divisi Pengelolaan Uang Rupiah, Julian menjelaskan kampanye nasional cinta rupiah di tengah perkembangan pembayaran non-tunai.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMSU, Dr. Radiman, M.Si, membahas AI Jadi Materi Prodi Bisnis Digital dan kontribusi dunia akademik dalam membangun generasi digital.
Radiman memaparkan peran perguruan tinggi dalam membangun sumber daya manusia digital.
Radiman menjelaskan bahwa UMSU telah menerima Surat Keptusan pendirian program studi bisnis digital yang dirancang agar selaras dengan kebutuhan industri.
Dia menegaskan kampus tengah menyusun kurikulum berbasis kebutuhan industri modern.
“Kami sedang menyusun kurikulum yang menghubungkan teori di kampus dengan praktik nyata ketika mahasiswa masuk dunia kerja,” katanya.
Menurut Radiman, mahasiswa bisnis digital tidak cukup hanya menguasai teori ekonomi.
“Artificial Intelligence mau tidak mau harus kita masukkan ke dalam kurikulum pembelajaran karena itu kebutuhan masa depan,” jelasnya.
Dia juga menekankan pentingnya kombinasi ilmu bisnis dan teknologi informasi.
“Jika bisnis digital berada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, maka sekitar 70 persen pembelajaran berbasis bisnis dan 30 persen teknologi informasi,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa pembelajaran di kampus akan diarahkan pada praktik nyata, bukan sekadar teori.
“Selama ini banyak belajar konten secara otodidak. Ke depan, semua itu akan masuk dalam mata kuliah dengan panduan dan strategi yang jelas,” ujarnya.
Radiman optimistis lulusan bisnis digital akan memiliki prospek besar karena bidang yang sangat menjanjikan karena banyak pengetahuan yang langsung relevan dengan kebutuhan dunia kerja. ( swisma)






