Harga Ayam Tembus Rp55 Ribu, KPPU Turun Tangan! Ini Biang Kerok dan Langkah TPID Sumut

Headline19 Dilihat

MEDAN — Harga daging ayam di Sumatera Utara meroket ke level yang bikin kantong masyarakat menjerit!

Di sejumlah pasar tradisional Medan, harga ayam potong tembus Rp47.800 hingga Rp55.000 per kilogram jauh di atas Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah.

“25 tahun saya jualan, baru kali ini harga ayam semahal ini!” keluh Manahan, pedagang di Pasar Tanjung Morawa, Selasa (25/8/2026).

Warga Kampung Lalang, Sulastri, juga mengaku syok. “Kemarin Rp45 ribu per kg saja sudah bikin terkejut, sekarang tembus Rp50 ribu! Uang belanja Rp100 ribu sekarang cuma cukup buat beli telur dan ayam saja,” ujarnya, Kamis (27/8/2026).

Kepala Dinas Perindag ESDM Sumut, Dedi Jaminsyah Putra Harahap, mengungkapkan kenaikan ini didorong oleh penguatan permintaan konsumen serta melonjaknya harga ayam hidup (live bird) di tingkat peternak yang kini mencapai Rp26.500–Rp28.500 per kg.

BACA  SELESAI! 53 Tahun Gugat-Gugatan, Konflik Lahan Padang Halaban vs PT SMART Berakhir di Meja Bobby Nasution

Namun, Pengamat Ekonomi Sumut Gunawan Benjamin melihat faktor lain kenaikan harga pakan ternak yang disebutnya naik hingga Rp500 per kg dalam sebulan terakhir, imbas dari harga jagung yang tetap bertahan di atas Rp6.000 per kg meski tengah musim panen.

Yang menarik, lonjakan harga ini menarik perhatian Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kanwil I. Kepala Kanwil I KPPU Ridho Pamungkas menegaskan pihaknya akan menyisir seluruh rantai pasok dari hulu ke hilir dari peternak, rumah potong, distributor, hingga pedagang eceran.

Baca Juga : Kadin Sumut Apresiasi Kepemimpinan Gubernur Bobby, Inflasi Mulai Landai Berkat Kolaborasi TPID

Pasalnya, harga ayam ras segar di Sumut melesat 7,9 persen hanya dalam empat hari (17-21 Agustus), dari Rp48.550 menjadi Rp52.400 per kg kenaikan tertinggi dibandingkan provinsi lain di wilayah Kerja Kanwil I (Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri).

BACA  Borong 2.683 Medali! Porprovsu XII Sumut 2026 Jadi Ajang Pembuktian Terbesar, 5.654 Atlet Siap Bertarung

KPPU juga menyoroti kemungkinan dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap pola distribusi.

“Langkah ini untuk memilah apakah lonjakan harga murni dipicu biaya pakan atau akibat ulah spekulan. Kami tidak segan menaikkan status ke tahap penyelidikan jika ditemukan indikasi kartel atau penahanan stok,” tegas Ridho.

Menindaklanjuti arahan Gubernur Sumut Bobby Nasution, TPID Sumut langsung menurunkan tim gabungan untuk monitoring harga, stok, dan distribusi Bapokting di pasar-pasar Medan dan kabupaten/kota lain, Kamis (27/8/2026).

Tim melibatkan Dinas Perindag ESDM, Dinas Ketahanan Pangan, Bank Indonesia, BPS, Bulog, hingga Satgas Pangan Polda Sumut.

“Arahan Pak Gubernur jelas, pemerintah harus hadir dan mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan. Jangan hanya melihat angka dari laporan. Kita cek langsung harga, stok, pasokan, dan rantai distribusi,” ujar Dedi Harahap.

BACA  Bellingham Brace, Inggris Taklukkan Norwegia 2-1 lewat Extra Time!

TPID menerapkan prinsip 4K: Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif. Selain ayam, tim juga memantau daging sapi, beras, minyak goreng, cabai, telur, bawang merah, dan tomat.

Ke depan, Pemprov akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dua kali sepekan hingga awal September 2026 di delapan wilayah IHK, serta mengoptimalkan penyaluran beras SPHP Bulog. Intervensi pasar akan dilakukan jika harga tetap di level tinggi.

Pesan Dedi Harahap, masyarakat memperoleh daging ayam dengan harga wajar, peternak dan pelaku usaha tetap mendapat keuntungan sehat dan berkelanjutan. Insyaallah situasi ini cepat terkendali. (Rel)