MEDAN – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Medan melalui Ketua Bidang Politik dan Demokrasi, Ilham Panggabean, menyoroti dugaan maraknya aktivitas perjudian mesin tembak ikan bermerek “AB” yang disebut-sebut masih beroperasi di sejumlah wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.
Menurut HMI Medan, isu mengenai keberadaan praktik perjudian tersebut bukan lagi menjadi persoalan baru. Informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan bahwa aktivitas itu telah berlangsung cukup lama dan berulang kali menjadi sorotan publik, namun hingga kini dinilai belum terlihat adanya langkah penindakan yang efektif dan berkelanjutan.
Ilham Panggabean mengatakan, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait komitmen penegakan hukum terhadap berbagai bentuk praktik perjudian yang diduga masih beroperasi di kawasan Belawan, Marelan, hingga Hamparan Perak.
“Kami melihat persoalan ini sudah berulang kali menjadi perhatian publik. Karena itu, perlu adanya langkah nyata dan transparansi dari aparat penegak hukum agar masyarakat memperoleh kepastian serta tidak muncul berbagai spekulasi yang berkembang,” ujarnya.
HMI Medan juga menyoroti berbagai laporan masyarakat yang menyebut keberadaan lokasi perjudian diduga telah menimbulkan keresahan sosial, berpotensi meningkatkan tindak kriminalitas, serta mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sejumlah wilayah.
Selain itu, organisasi mahasiswa tersebut turut mencermati aksi yang dilakukan sejumlah organisasi kepemudaan (OKP) bersama masyarakat yang diduga melakukan penggerebekan dan perusakan mesin tembak ikan di beberapa lokasi.
Menurut HMI, tindakan tersebut merupakan bentuk akumulasi kekecewaan masyarakat yang merasa keresahannya belum mendapatkan respons maksimal dari pihak yang berwenang.
Meski demikian, HMI menegaskan bahwa proses penegakan hukum harus tetap dilakukan sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku serta menjadi kewenangan aparat penegak hukum.
Minta Klarifikasi Terbuka dari Polres Pelabuhan Belawan
HMI Cabang Medan mendesak Polres Pelabuhan Belawan untuk memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait berbagai informasi yang berkembang mengenai dugaan aktivitas perjudian tembak ikan “AB” di sejumlah lokasi yang disebut masyarakat.
Menurut mereka, transparansi dan keterbukaan informasi sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum sekaligus menghilangkan berbagai spekulasi yang beredar.
“Kami meminta adanya klarifikasi resmi dan langkah konkret dari aparat terkait berbagai dugaan yang berkembang di masyarakat. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum,” kata Ilham.
HMI Tegaskan Komitmen Kawal Penegakan Hukum
Sebagai organisasi mahasiswa yang selama ini aktif mengawal demokrasi, supremasi hukum, dan kepentingan masyarakat, HMI Cabang Medan menegaskan dukungannya terhadap upaya pemberantasan segala bentuk perjudian yang terbukti melanggar hukum.
HMI juga meminta agar penegakan hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang terlibat dalam aktivitas perjudian.
“Negara tidak boleh kalah terhadap praktik-praktik yang berpotensi merusak moral masyarakat, mengganggu stabilitas sosial, dan mengancam keamanan lingkungan. Kami akan terus mengawal persoalan ini hingga terdapat langkah nyata yang mampu memberikan kepastian hukum dan rasa aman bagi masyarakat,” tegas Ilham Panggabean.
Hingga saat ini, masyarakat masih menantikan langkah konkret dari aparat penegak hukum terkait berbagai informasi mengenai dugaan aktivitas perjudian tembak ikan yang menjadi perhatian publik tersebut. (Red)











