Halau Panas, China Pasang Pendingin Kabut

Headline, Medan, News53 Dilihat

CHINA – Sebuah video beredar di media sosial, menunjukkan sistem pendingin kabut yang dipasang di gedung-gedung tinggi. Metode pendingin udara ini bagaikan AC outdoor, metode baru buat hadapi cuaca panas.

Dikutip dari NDTV, Rabu (1/7/2026), video tersebut menunjukkan air disemprotkan dari atas gedung, menghasilkan kabut. Namun, video viral itu belum bisa dipastikan keasliannya.

Sistem pendingin ini diklaim dapat menurunkan suhu udara sekitar 3-6 derajat celcius di lingkungan sekitar gedung. Setidaknya bisa menambah sedikit kesejukan untuk lingkungan gedung.

BACA  Kejaksaan Negeri Padang Menangkan Gugatan Pra Peradilan Yang Diajukan  Oleh Tersangka Korupsi Beny Saswin Nasrun

Sistem pendingin kabut luar ruangan ini merupakan teknologi untuk mendinginkan ruang terbuka atau semi-terbuka. Caranya dengan menyemprotkan kabut air ultra-halus ke udara.

Metode tersebut bekerja berdasarkan prinsip pendinginan evaporatif. Tetesan air kecil akan menyerap panas dari udara sekitar ketika menguap. Alhasil, suhu lingkungan sekitar turun beberapa derajat.

Semprotan air itu disebut tidak akan membasahi orang atau permukaan ketika sistem bertekanan tinggi digunakan.

BACA  Pasca Grebek Kafe, Beredar Surat Jamintel Kejagung Kirim Kode AGHT

Umumnya sistem pendingin ini dipasang di kafe, restoran, taman, teras, gudang, dan tempat acara. Sistem ini sangat bermanfaat di kala musim panas yang terik.

Memang, musim panas di China sedang parah-parahnya. Udara sangat panas bahkan di dalam gedung, menjadikannya bagaikan oven sehingga penghuni nggak betah di dalam.

Suhu udara di malam hari bisa melampaui 40 derajat Celsius. Suhu di Wilayah Ibu Kota Nasional (NCR) seminggu ini mencapai 51 derajat Celcius.

BACA  Lagi, Polsek Patumbak Grebek Warung Pak Kulit Hasilnya Zonk

Untungnya, ada metode pendinginan baru bagaikan AC outdoor. Tak cukup pakai kipas angin, ada gedung yang pasang sistem pendingin outdoor. Sistem itu tampak dipasang di atas sejumlah gedung di China.

Selain itu, AC outdoor tersebut mengonsumsi listrik dan air yang relatif sedikit dibandingkan pendingin udara konvensional. Hal ini menjadikannya solusi pendinginan yang hemat biaya untuk lingkungan luar ruangan.*