Pesawat Pelita Air Pengangkut Bahan Bakar Jatuh di Nunukan

Headline, Medan, News173 Dilihat

NUNUKAN – Pelita Air menyatakan pesawat yang jatuh di wilayah Nunukan, Kalimantan Utara (Kalut) merupakan pesawat dengan layanan kargo pengangkut bahan bakar, bukan angkutan penumpang.

Corporate Secretary Pelita Air Patria Rhamadonna dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis mengatakan penerbangan tersebut merupakan layanan kargo pengangkut bahan bakar yang diawaki oleh satu orang pilot.

BACA  Eks Kadis PUPR Sumut Topan Ginting Divonis 5,5 Tahun Penjara, Uang Suap Proyek Rp165 M Jadi Biang Kerok

“Tanpa awak kabin maupun penumpang, dengan jenis pesawat yang digunakan yaitu Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA,” kata Patria.

Dia menyampaikan pesawat tersebut merupakan armada khusus yang melayani misi pengantaran BBM Satu Harga ke wilayah perbatasan.

Pada saat pemantauan terakhir, lanjut Patria, pesawat baru saja menyelesaikan misi distribusi ke Long Bawan dan sedang dalam rute kembali menuju Bandara Juwata, Tarakan.

BACA  MAI Medan Soroti Ironi Superblok Deli Park, Sold Out Tapi Potensi PAD 200 M Masih Tercecer

Meski begitu, Patria belum menjelaskan lebih rinci mengenai insiden tersebut, karena masih dalam proses investigasi.

Sehubungan dengan perkembangan informasi mengenai salah satu armada carter Pelita Air, saat ini disampaikan bahwa proses investigasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait sedang berlangsung,” kata Patria.

Sebelumnya terdapat pemberitaan terkait sebuah pesawat yang diduga mengangkut bahan bakar minyak (BBM) dilaporkan jatuh di kawasan perbukitan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.(antaranews.com)