Plt Kadis Perhubungan Medan Suriono berikan keterangan persnya pada wartawan. (Kominfo Medan Dok)
MEDAN – Pemandangan tak biasa mewarnai Taman Ahmad Yani, Senin (2/3/2026) pagi. Ribuan pasang mata penuh harap mengular panjang sejak pukul 05.00 WIB, jauh sebelum loket pendaftaran dibuka.
Senyum dan degup jantung berbaur dalam satu tujuan: mendapatkan tiket mudik gratis bareng Pemerintah Kota (Pemko) Medan.
Antusiasme warga Kota Medan menyambut program tahunan ini benar-benar di luar nalar. Dalam hitungan jam, gelombang manusia datang silih berganti.
Tiket mudik yang disediakan Pemko Medan sebanyak 4.000 kursi untuk 12 kota tujuan di Sumatera Utara ludes tak bersisa bahkan sebelum jam makan siang tiba.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Suriono, yang turun langsung memantau jalannya pendaftaran, mengaku kewalahan sekaligus terharu melihat animo warga.
“Kami perkirakan pendaftaran masih bisa berlangsung tiga hari ke depan. Kenyataannya, baru beberapa jam dibuka, kuota kami sudah full. Ini di luar ekspektasi kami,” ujarnya dengan nada tercampur heran dan bangga.
Salah seorang calon pemudik, Siti Aminah (52), warga Kecamatan Medan Denai, mengaku sudah datang sejak pukul 04.30 WIB. Ia ingin memastikan dirinya dan dua orang anaknya bisa pulang ke kampung halaman di Panyabungan.
Baca Juga : Ada Program Mudik Gratis Pemko Medan, Ayo Pulang Kampung !!
“Tahun lalu ketinggalan, jadi tahun ini sengaja subuh-subuh sudah di sini. Alhamdulillah, dapat nomor antrean awal. Lega rasanya, bisa hemat ongkos buat kebutuhan lebaran lainnya,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Cerita serupa disampaikan Muhammad Rizki, buruh harian lepas yang ingin mudik ke Sidikalang.
“Gaji pas-pasan, kalau harus beli tiket bus, bisa habis sebulan gaji. Program mudik gratis ini benar-benar membantu warga kecil seperti kami,” katanya.
Melihat fenomena ini, Pemko Medan melalui Dinas Perhubungan berjanji akan melakukan evaluasi serius. Suriono menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam.
“Ini menjadi bahan evaluasi kami. Harapan masyarakat begitu besar. Ke depan, kami akan berjuang menyesuaikan kemampuan APBD agar kuota mudik gratis ini bisa terus bertambah. Intinya, kami ingin lebih banyak warga Medan yang bisa merasakan mudik yang aman, nyaman, dan gratis,” janjinya.
Selain kabar tentang penambahan kuota, ada perubahan strategis tahun ini yang patut diapresiasi. Untuk menghindari kemacetan parah di pusat kota dan meningkatkan efisiensi waktu, titik kumpul keberangkatan dipindahkan ke Terminal Amplas.
Langkah ini juga merupakan hasil koordinasi erat dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah II Sumatera Utara.
“Kami ingin proses pemberangkatan lebih tertib. Terminal Amplas memiliki infrastruktur yang lebih representatif untuk pemberangkatan massal. Rencananya, keberangkatan akan dilaksanakan pada 16 dan 17 Maret 2026,” jelas Suriono.
Program mudik gratis bareng Pemko Medan 2026 kembali menjangkau 12 kota/kabupaten di Sumatera Utara, meliputi:
· Pakpak Bharat
· Sidikalang
· Tarutung
· Sibolga
· Rantau Prapat
· Kota Pinang
· Sibuhuan
· Gunung Tua
· Sipirok
· Padang Sidempuan
· Panyabungan
· Natal
Dengan rute yang menjangkau wilayah pantai barat hingga timur, program ini menjadi penyambung tali silaturahmi bagi ribuan keluarga.
Di tengah euforia keberhasilan program, Suriono juga mengingatkan para calon pemudik untuk mempersiapkan diri dengan matang.
“Kami imbau agar membawa barang bawaan secukupnya. Prioritaskan kenyamanan selama perjalanan, baik untuk diri sendiri maupun pemudik lainnya. Perjalanan jauh butuh kondisi prima,” pesannya.
Program Mudik Gratis Bareng Pemko Medan 2026 membuktikan bahwa kepedulian pemerintah terhadap warganya masih menjadi primadona.
Di tengah himpitan ekonomi, tiket mudik gratis ini bukan sekadar alat transportasi, melainkan jembatan kerinduan yang menghubungkan perantau dengan kampung halaman di hari yang fitri. (Rel)