Poliran Medan Bukan Cuma Pelatihan: 94 Alumni Siap Kerja, Pelatihan “Jemput Bola” ke Desa

Metro11 Dilihat

MEDAN—Program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) Polrestabes Medan masuk fase penempatan. Sebanyak 94 alumni pelatihan dinyatakan siap disalurkan ke perusahaan, Kamis (5/11/2026).

Bukan sekadar pelatihan, Poliran kini menjadi jalur lengkap rekrut latih tempatkan dampingi.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak menegaskan, Poliran adalah program prioritas Kapolri yang responsnya positif.

Hingga tahap IV, proses berjalan bertahap verifikasi dan pemetaan, perekrutan 94 peserta, pelatihan 97 peserta, lalu 99 peserta baru tahap IV. Fokusnya kini memastikan 94 alumni benar-benar masuk dunia kerja.

BACA  Sam Altman Buka Suara: Era AGI Hanya Tinggal Selangkah Lagi, Kecerdasan Setara Dewa Akan Segera Lahir

Yang membedakan Polrestabes Medan tak berhenti setelah sertifikat. Kapolsek diperintahkan turun ke desa memetakan warga yang butuh kerja.

Minggu depan, pelatihan digelar langsung di Desa Jermal dan Selambo. Warga tak perlu jauh ke BBPVP Medan. Bahkan jika peserta hanya dua atau sembilan orang, pelatihan tetap jalan. Ini “jemput bola” pelatihan kerja.

Baca Juga : Jumat Keliling di Masjid Ar-Rahman, Wakapolrestabes Medan: Keluarga Benteng Pertama Tolak Narkoba dan Geng Motor

Kepala BBPVP Medan Amran mengapresiasi sinergi Polri–Apindo. Menurutnya, program biasa sering terputus setelah pelatihan. Poliran mendampingi alumni sampai terserap perusahaan.

BACA  Bukan Dibui, 10 Remaja Tawuran di Depok Langsung "Disekolahkan" ke Pesantren Kilat Polres

Ketua Apindo Medan Jan Lie menyebut pengusaha siap menerima lulusan terlatih. Gapentar, kata Arul, telah menyerap 16 peserta semuanya kini bekerja. Sektor AC masih kekurangan tenaga kerja, sehingga pelatihan lanjutan akan digelar di tempat usaha.

Dampaknya terasa bagi peserta. Sakinah, alumni kepemanduan wisata, kini paham menyusun itinerary dan mendapat praktik langsung di destinasi. Sukri merasakan instruktur ramah dan pengalaman lapangan; ia berencana bekerja di biro perjalanan wisata.

BACA  Anggota DPRD Dukung Penuh Penertiban Usaha di Medan: "Harus Adil untuk Semua, Jangan Pilih Kasih!"

Bagi publik, Poliran bukan cuma berita seremonial. Ini bukti kolaborasi kepolisian, pemerintah, lembaga vokasi, dan dunia usaha membuka akses kerja berkelanjutan.

Jika pengangguran ditekan, potensi narkoba dan gangguan keamanan ikut turun. Sinergi ini melibatkan Kapolsek, PJU, BBPVP, Apindo, dan Gapentar.

Warga Medan yang ingin ikut pelatihan? Pantau informasi Polrestabes Medan dan BBPVP Medan—pelatihan bisa hadir di desa Anda. Program ini pun layak jadi rujukan daerah lain. (FD)