Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

INACRAFT 2026 Dibuka, Kahiyang Ayu Promosikan Kriya & Wastra Sumut

JAKARTA – Potensi kerajinan kriya dan wastra tradisional Sumatra Utara (Sumut) diperkenalkan langsung oleh Ketua Dekranasda Sumut, Kahiyang Ayu, kepada Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat, Selvi Gibran Rakabuming. Perkenalan ini berlangsung di stan Dekranasda Sumut usai pembukaan The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (4/2/2026).

Dalam kunjungannya, Selvi Gibran yang juga Dewan Pembina Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Maju (Seruni) ini disambut langsung oleh Kahiyang Ayu. Kahiyang memamerkan berbagai produk unggulan UMKM binaan Dekranasda Sumut, yang mengangkat kearifan lokal dengan desain modern.

Produk yang ditampilkan meliputi wastra tradisional Sumut seperti ulos dan songket dari berbagai daerah, serta beragam kerajinan kriya bernilai budaya tinggi yang dikerjakan langsung oleh perajin lokal.

“Partisipasi kami di INACRAFT 2026 adalah bentuk komitmen untuk mempromosikan karya perajin daerah dan membuka peluang pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional,” jelas Kahiyang Ayu.

Selvi Gibran Rakabuming memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas dan keunikan kriya serta wastra Sumut. Menurutnya, kerajinan dari Sumut memiliki ciri khas yang kuat dan potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut.

“Dengan tema INACRAFT 2026 ‘Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft’, kami ingin para perempuan pengusaha (womenpreneurs) menjadi penggerak utama kewirausahaan. Hal ini diwujudkan melalui peningkatan kualitas, inovasi desain, dan perluasan pasar,” ungkap Selvi.

INACRAFT 2026 merupakan ajang tahunan yang diikuti oleh Dekranasda dari berbagai daerah dan pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) se-Indonesia. Beragam produk kerajinan tangan berkualitas ditampilkan, mulai dari batik, tenun, perhiasan, hingga kerajinan tradisional nusantara lainnya.

Pameran yang resmi dibuka oleh Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, ini diharapkan menjadi wadah strategis bagi perajin Indonesia untuk menampilkan produk unggulan, memperluas jejaring, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. (Red)

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *