Ketua Komisi I Nilai Kinerja Rico Waas Belum Optimal

Wakil Rakyat9 Dilihat

MEDAN – Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, Reza Pahlevi Lubis, menilai kinerja Wali Kota Medan, Rico Putra Bayu Waas belum optimal selama 1,5 tahun pada masa kepemimpinannya. Ia bahkan menyebut, belum terlihat capaian signifikan yang dapat dirasakan masyarakat.

Menurut Reza, kinerja pemerintahan di bawah kepemimpinan Rico Waas cenderung minim prestasi dan lebih banyak diwarnai kegiatan seremonial tanpa diikuti hasil nyata di lapangan. Ia juga menyoroti lemahnya evaluasi terhadap kinerja jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).

BACA  Lily Sampaikan Aspirasi Warga Dapil I Medan: Drainase, Jalan Rusak, hingga Lampu Jalan Rawan Kriminal

Hal tersebut disampaikan Reza di Gedung DPRD Medan, Senin (13/4/2026), sebagai bentuk kritik terhadap belum terlihatnya progres realisasi visi dan misi yang pernah disampaikan saat masa pencalonan.

Reza yang membidangi urusan pemerintahan di Komisi I DPRD Medan menilai, sejumlah persoalan krusial di Kota Medan, seperti penanganan banjir dan peningkatan layanan kesehatan, belum menunjukkan perbaikan berarti. Bahkan, menurutnya, kondisi pelayanan kesehatan justru mengalami penurunan.

BACA  Sekretariat DPRD Medan Kembali Apel Usai Lebaran, Tekankan Peningkatan Pelayanan

Ia juga menyoroti belum definitifnya sejumlah jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kota Medan. Hingga saat ini, posisi Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) serta Kepala Dinas Kesehatan masih diisi pelaksana tugas (Plt).

“Untuk memaksimalkan program kerja di kedua dinas tersebut tentu sulit tercapai jika hanya dijabat oleh Plt. Apalagi untuk mendorong kebijakan strategis dan inovasi,” ujar Reza.

BACA  DPRD Medan Gelar RDP Terkait Penutupan Jalan di Pasar IV Barat

Lebih lanjut, ia mengungkapkan adanya informasi bahwa posisi Kepala Dinas SDABMBK akan diisi oleh pejabat dari luar Kota Medan, tepatnya dari Kabupaten Langkat. Hal ini, menurutnya, berpotensi menimbulkan persoalan baru jika tidak didasarkan pada kompetensi dan rekam jejak yang relevan. (Red)