Gaji Dikorbankan Demi Mimpi Besar, Joachim Low Selangkah Lagi Latih Ghana di Piala Dunia 2026

Olahraga2 Dilihat

MEDAN – Mantan arsitek Jerman yang membawa Die Mannschaft juara Piala Dunia 2014, Joachim Low, kini tinggal satu langkah lagi dari comeback spektakuler. Bukan ke tim elit Eropa, melainkan ke Ghana negara yang tengah berduka setelah memecat Otto Addo pekan ini.

Federasi Sepak Bola Ghana (GFA) bergerak cepat. Piala Dunia 2026 tinggal kurang dari tiga bulan lagi. Mereka sadar, tanpa nahkoda berpengalaman, mimpi lolos dari grup neraka akan sirna. Grup C sudah menanti Inggris, Kroasia, Panama, dan Ghana. Tanpa persiapan matang, Ghana bisa jadi bulan-bulanan.

Di sinilah nama Joachim Low mencuat. Menurut laporan eksklusif, GFA sudah melakukan pembicaraan lanjutan dengan pelatih berusia 64 tahun itu.

BACA  Bahaya Hasad Mengintai, Ini Cara Islam Membersihkan Hati dari Iri dan Dengki

Low tidak sendiri ada juga nama Walid Regragui, pelatih yang membawa Maroko ke semifinal Piala Dunia 2022. Namun sumber internal menyebut Low kini berada di posisi terdepan.

Yang paling mengejutkan? Low dikabarkan siap menerima kontrak jangka pendek, hanya untuk durasi turnamen musim panas nanti. Lebih dahsyat lagi ia bersedia dipotong gajinya secara drastis.

Baca Juga : Italia Resmi Depak Gattuso Usai Gagal Total Ke Piala Dunia 2026 – Krisis Azzurri Berlanjut

Angkanya? Hanya 150.000 euro per bulan. Sebagai perbandingan, pelatih top Eropa biasanya meminta lima hingga sepuluh kali lipat nominal itu.

Mengapa Low rela? Sederhana kangen panggung besar. Sejak hengkang dari Jerman pada 2021 setelah 15 tahun berkuasa, Low belum pernah memegang tim mana pun.

BACA  320 Jurnalis Sumut Siap Bertarung di Porwasu 2026 Piala Gubsu: Ada Mini Soccer hingga Catur!

Ia menolak sejumlah tawaran dari klub dan negara karena merasa belum waktunya. Tapi tawaran Ghana dengan segala keterbatasan dan ambisinya seolah membangkitkan api lama.

Jika deal ini jadi, Low akan menghadapi ujian terberat dalam kariernya. Bukan sekadar taktik, tapi menyatukan skuat yang baru saja ditinggalkan pelatihnya dalam situasi kritis.

Otto Addo dipecat karena hasil buruk di kualifikasi? Bukan. Justru Ghana lolos. Namun internal federasi menilai Addo gagal membangun chemistry tim. Kini, semua mata tertuju pada pria berambut putih khas dengan kemeja santainya.

Bayangkan skenario ini: Low di bangku cadangan Ghana, meneriakkan instruksi dalam bahasa Inggris patah-patah, menghadapi Southgate (Inggris), Dalic (Kroasia), dan Christiansen (Panama).

BACA  Bobby Nasution Pastikan Sekolah Rakyat Padangsidimpuan Rampung Juli 2026: Terobosan Pendidikan Gratis untuk Sumut!

Apakah Ghana bisa jadi kuda hitam? Dengan pengalaman Low membawa Jerman yang sedang dalam masa transisi di 2014 lalu, jawabannya: mungkin.

Satu hal pasti jika kesepakatan tercapai dalam 48 jam ke depan, ini akan menjadi berita terbesar sepak bola Afrika sepanjang 2026. Seorang legenda Eropa memilih jalan terjal demi cinta sejatinya: sepak bola, tanpa gila-gilaan gaji. Itulah Joachim Low.

Pantau terus perkembangan drama kepelatihan ini. Apakah Ghana akan resmi mengumumkan Low pekan depan? Atau justru Regragui yang menyelinap? Dunia menanti. (FD)