167 Rumah Rusak Akibat Puting Beliung, DPRD Sorot Kinerja DLH & BMKG

Metro3 Dilihat

MEDAN – Duka masih menyelimuti warga Kecamatan Medan Johor. Angin puting beliung dahsyat yang menerjang Selasa malam (18/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB menyisakan kepiluan.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 167 unit rumah rusak, puluhan pohon tumbang menimpa fasilitas umum dan pemukiman, serta atap seng beterbangan.

Anggota Komisi IV DPRD Medan, Edwin Sugesti Nasution, mendesak Pemko Medan bergerak cepat. “Pemko Medan melalui perangkatnya supaya segera turun ke tengah masyarakat menginventarisir segala kerugian,” tegasnya kemarin.

BACA  Musrenbang 2027 Medan: Retorika Inklusif di Panggung Seremonial

Baca Juga : Rumah Warga Medan Johor Dibangun Kembali Sepenuhnya Oleh Pemprov Sumut

Edwin meminta BPBD segera menyalurkan bantuan dan mengoptimalkan peran kepling untuk pendataan maksimal. Ia menyayangkan minimnya peringatan dini BMKG terkait cuaca ekstrem yang melanda.

Sorotan tajam juga dialamatkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan. Edwin mengkritik kinerja Kepala DLH Melvi Marlabayana Girsang yang dinilai abai melakukan pemangkasan pohon rindang dan perawatan rutin.

BACA  Ekonomi - Nelayan Terpuruk, PKS Medan Minta Pemko Atasi Krisis Solar & Dukung Penuh Pengungkapan Mafia SPBU!

“Pihak DLH malah menebangi sekitar 2.700 pohon kuat demi proyek BRT, bukan melakukan perawatan pohon yang membahayakan,” cetusnya.

Kondisi di lapangan memprihatinkan. Kepala BPBD Kota Medan, Yunita Sari, mengungkapkan dari 167 rumah terdampak, baru 93 rumah yang mendapat bantuan material seperti seng, kayu, tripleks, dan terpal. Masih ada 74 rumah menunggu giliran.

BACA  Gebrakan Rico Waas Buka Gerbang Kerja: Rabu Walk-In Interview hingga Jepang, Akses Mudah Bagi Pencari Kerja Medan

Gubernur Sumut Bobby Nasution turun langsung meninjau lokasi dan geram melihat bantuan yang dinilai “menyusahkan” karena tidak mencukupi kebutuhan warga. Ia memastikan Pemprov Sumut akan mengambil alih dan membangun total rumah-rumah rusak.

Bencana ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem dan perawatan infrastruktur kota. Warga berharap bantuan tuntas segera terwujud agar mereka bisa bangkit dari musibah. (FD)