Bendungan Bahilang Jebol Sejak 2025, 80 Hektare Sawah di Simalungun Terancam Gagal Tanam

Metro40 Dilihat

SIMALUNGUN – Kerusakan Bendungan Irigasi Daerah Irigasi (DI) Bahilang di Nagori Totap Majawa, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, berdampak serius terhadap sektor pertanian. Sedikitnya 80 hektare lahan sawah tidak lagi bisa ditanami padi setelah bendungan tersebut jebol diterjang banjir bandang pada Februari 2025.

Kondisi itu terungkap saat Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih meninjau langsung lokasi bendungan bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah, Kamis (9/7/2026).

Pelaksana Tugas Pangulu Nagori Totap Majawa, Martua Sitohang, mengatakan kerusakan bendungan telah mengganggu sistem irigasi yang selama ini menjadi sumber pengairan utama bagi lahan pertanian warga.

BACA  PSMS Medan Tak Gentar! Tekad Bajak Laut Hijau: Curi 3 Poin di Markas Persikad demi Bertahan di Liga 2

“Akibat jebolnya bendungan ini, sekitar 80 hektare lahan pertanian tidak dapat lagi ditanami padi sehingga para petani terpaksa beralih menanam jagung. Selain itu, jaringan irigasi sepanjang 3,5 kilometer tidak lagi berfungsi secara optimal,” ujar Martua.

Menurutnya, dampak kerusakan bendungan tidak hanya menurunkan produktivitas pertanian, tetapi juga memengaruhi pendapatan petani yang selama ini bergantung pada komoditas padi.

Baca Juga: Terancam Dicaplok Pihak Ketiga! Pansus Aset Daerah Desak Pemko Medan Segera Sertifikatkan Seluruh Ruas Jalan

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih memastikan pembangunan kembali Bendungan Irigasi DI Bahilang akan segera dilakukan dalam waktu dekat.

BACA  Anton Saragih Temukan Warga Belum Urus Akta Kematian 13 Tahun Saat Kunjungi Siboras

 

Ia menegaskan infrastruktur irigasi memiliki peran penting dalam mendukung sektor pertanian yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat di kawasan tersebut.

 

“Insyaallah pelaksanaan pekerjaan akan segera dilakukan dalam waktu dekat. Sebab infrastruktur irigasi ini sangat penting karena menjadi penunjang utama sektor pertanian,” kata Anton.

 

Bupati berharap perbaikan bendungan dapat mengembalikan fungsi jaringan irigasi sehingga petani kembali menanam padi dan meningkatkan hasil produksi pertanian.

BACA  Polrestabes Medan Bongkar Jaringan Bandar Narkoba Kelas Kakap: Sita 10.447 Butir Ekstasi, 828 Vape, dan Rp 246 Juta

 

Menurut Anton, pembangunan infrastruktur pertanian menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Simalungun karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan petani, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

 

Selain itu, langkah tersebut juga menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.

 

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui perangkat daerah terkait tengah menyiapkan langkah percepatan pembangunan agar bendungan yang rusak dapat segera berfungsi kembali dan aktivitas pertanian masyarakat kembali normal. (RS)