Bukan Lagi Tempat Nongkrong: Gubuk Warga Selambo Disulap Jadi “Apotek Jalanan”, Sabu Digantung di Pohon!

Metro32 Dilihat

MEDAN – Sebuah pemandangan tak biasa terungkap di balik kesunyian sebuah gubuk di kawasan Selambo, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Tempat yang selama ini dikenal warga sebagai lokasi berkumpul santai, mendadak berubah fungsi menjadi “pasar gelap” narkotika. Sabtu (31/10/2026) sore, Satresnarkoba Polrestabes Medan mengepung lokasi dan membongkar praktik haram yang bersembunyi di balik rutinitas warga.

Yang membuat penggerebekan ini berbeda dari yang lain adalah modus pelaku. Petugas menemukan tiga paket sabu siap edar, namun tak semuanya tersimpan di dalam gubuk. Beberapa paket sabu ditemukan dalam kondisi terikat dan digantung di atas pohon di sekitar lokasi.

BACA  Colorful Medan Carnival 2026: 6 Ruas Jalan di Pusat Kota Ditutup, Pengendara Wajib Tahu Jalur Alternatif!

Cara ini diduga kuat sebagai bentuk kamuflase untuk mengelabui aparat dan pembeli. Pelaku memanfaatkan pepohonan sebagai “etalase” tersembunyi, sebuah taktik kotor yang berhasil dibongkar berkat ketelitian tim Unit 2 Satresnarkoba.

Dari penyelidikan intensif berawal dari laporan warga yang resah, polisi meringkus dua pria yang berperan sebagai pengedar. Keduanya adalah TP (24) dan BS (37), warga setempat.

Baca Juga : Kandang Ayam Jadi Gudang Ganja, Dua Sahabat di Medan Ditangkap

BACA  Gerak Cepat Anton Saragih Evakuasi Warga Sakit Menahun ke RSUD Perdagangan

Selain 3 paket sabu, petugas juga menyita barang bukti lain berupa plastik klip, timbangan elektrik, handphone, dan sejumlah uang tunai yang diduga kuat hasil penjualan.

“Kami sita 3 paket sabu, beberapa paket kami temukan tergantung di atas pohon dalam kondisi terikat,” jelas Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP, Minggu (1/11/2026).

Hasil pemeriksaan mengungkap fakta menarik. Aktivitas kedua pelaku ternyata baru berjalan beberapa hari. Rafli menduga kuat, pergeseran ini merupakan efek domino dari masifnya penindakan di kawasan Jermal.

BACA  Hidup Sekali Harus Berarti! Kapolrestabes Medan Beri Pesan Filosofis ke Satres Narkoba di Balik Pengungkapan 159 Kg Sabu

“Kami duga ini aktivitas yang bergeser dari Jermal karena masifnya penindakan di sana. Mereka mencari tempat baru. Namun, belum lagi aktivitas mereka berkembang, kami sudah selangkah lebih cepat,” tegas Rafli.

Penggerebekan ini menjadi bukti nyata sinergi Polri dan masyarakat dalam memberantas narkoba. Warga yang resah berani melapor, dan polisi bergerak cepat. Jangan biarkan gubuk atau sudut kampung kita dijadikan sarang narkoba. Laporkan! (FD)