Bukan Sekadar Kompetisi! Forprovsu I 2026 di Medan Jadi Kunci Kebangkitan Olahraga Tradisional & Ekonomi Sumut

Metro6 Dilihat

MEDAN – Sebuah gebrakan besar untuk dunia olahraga masyarakat Sumatera Utara resmi dimulai. Pemko Medan, di bawah komando Wali Kota Rico Waas, menyatakan dukungan penuh untuk ajang bersejarah Festival Olahraga Masyarakat Provinsi Sumatera Utara (Forprovsu) I 2026.

Ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan sebuah gerakan untuk membangkitkan warisan olahraga tradisional dan memperkuat kearifan lokal di tengah gempuran modernisasi.

Dukungan strategis ini ditegaskan Rico Waas saat menerima audiensi Wakil Ketua I KORMI Sumut, Abdul Razak Nasution, di Balai Kota Medan, Kamis (5/11/2026). Forprovsu I, yang dijadwalkan pada 19-25 November 2026, diproyeksikan menjadi magnet baru bagi sport tourism dan sport industry di Sumut.

BACA  Medan Siap Jadi Panggung Dunia, Wali Kota Medan Dukung APCS 2026

Ini adalah festival olahraga masyarakat pertama di Sumut yang melibatkan skala masif: 5.000 pegiat olahraga dari 41 Induk Organisasi Olahraga (Inorga) dan 21 kabupaten/kota.

Bukan hanya soal otot, ajang ini adalah wadah untuk menghidupkan kembali permainan rakyat yang mulai terlupakan, seperti hadang, terompah panjang, atau tarik tambang, agar kembali berdenyut di jantung masyarakat.

Baca Juga : Pemprov Sumut Siap Tambah Cabor dan Naikkan Hadiah PORWASU 2027

BACA  Afrika Selatan dan Ceko Bertaruh Nasib di Atlanta

Rico Waas tidak hanya memberikan restu. Pemko Medan menyiapkan paket dukungan komprehensif:
· Fasilitas: Penyediaan toilet portabel dan mobil ambulans di titik-titik vital.
· Keamanan & Kenyamanan: Pengaturan lalu lintas oleh Dinas Perhubungan untuk kelancaran acara.
· Promosi Masif: Sosialisasi melalui jaringan kecamatan dan kelurahan untuk memastikan partisipasi warga Medan.
· Protokol Kesehatan: Rico Waas secara khusus mengingatkan pentingnya emergency point di setiap lokasi pertandingan.

“Kami mengapresiasi kegiatan ini. Pemko Medan siap mendukung, termasuk menawarkan aset atau fasilitas yang bisa digunakan untuk menyukseskan Forprovsu,” ujar Rico Waas.

BACA  Pupuk Bersubsidi di Simalungun Wajib Sesuai HET Nasional, Petani Diminta Masuk e-RDKK

Lebih dari sekadar pertandingan, Forprovsu I dirancang sebagai katalis ekonomi. Dengan memadukan olahraga tradisional dan lokasi strategis seperti Lapangan Astaka dan kawasan Diaspora Sumatera Utara, ajang ini berpotensi mendatangkan wisatawan domestik, menggerakkan UMKM lokal, dan mempererat kohesi sosial.

Ini adalah investasi jangka panjang untuk menjaga identitas budaya Sumut agar tidak tergerus zaman.

Keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci. Mari sukseskan Forprovsu I 2026, bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai bagian dari gerakan pelestarian budaya dan kebugaran nasional. Medan siap, Sumut bangkit! (HEN)