Direvitalisasi! Istana Maimun Ditutup Sementara, Sultan Deli Minta Dukungan Masyarakat

Metro7 Dilihat

MEDAN – Istana Maimun mulai direvitalisasi oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia pada Sabtu (7/11/2026). Pekerjaan yang menelan anggaran Rp65 miliar itu ditargetkan berlangsung sekitar 3,5 bulan. Selama proses pengerjaan, Istana Maimun untuk sementara ditutup bagi kunjungan masyarakat.

Sultan Deli, Mahmud Arya Lamanjiji, meminta dukungan dan doa masyarakat agar proses revitalisasi salah satu bangunan bersejarah di Kota Medan tersebut berjalan lancar, aman, dan tertib.

Permintaan itu disampaikan setelah acara syukuran revitalisasi Istana Maimun yang digelar di lingkungan istana. Kegiatan diisi dengan doa dan zikir bersama serta pemotongan tumpeng yang dihadiri keluarga besar Kesultanan Deli.

“Alhamdulillah Istana Maimun akan segera direvitalisasi oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Mulai hari ini kita sama-sama, para keluarga, berdoa bersama agar proses revitalisasi yang dilaksanakan oleh pemerintah ini berjalan dengan lancar dan tertib,” ujar Mahmud.

BACA  Polres Pelabuhan Belawan Klarifikasi Korban Pengrusakan Jadi Tersangka Penganiayaan

Dia menyebutkan, pekerjaan revitalisasi diperkirakan berlangsung selama 3,5 bulan. Karena itu, masyarakat diminta memahami penutupan sementara istana selama pengerjaan berlangsung.

“Kepada para masyarakat saya mohon doa dan restunya agar dukungannya juga, agar revitalisasi ini bisa berjalan dengan lancar dan aman, terkendali semuanya. Dan juga kepada kementerian kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” katanya.

Mahmud juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian terhadap upaya revitalisasi Istana Maimun.

Sultan Deli Mahmud Arya Lamanjij mengambil tumpeng untuk diberikan kepada pihal kontraktor revitaliasi Istana Maimun. Foto; Reza/kitamedan.com
Sultan Deli Mahmud Arya Lamanjij mengambil tumpeng untuk diberikan kepada pihal kontraktor revitaliasi Istana Maimun. Foto; Rezabuanapos.com/

Sementara itu, Manajer Proyek PT Nindya Karya, Sukhriana, mengatakan pihaknya bertindak sebagai kontraktor pelaksana dalam pekerjaan revitalisasi tersebut. Dia mengapresiasi dukungan pihak Kesultanan Deli, ahli waris, dan masyarakat terhadap pelaksanaan proyek.

BACA  Dua Assist dalam Enam Menit, Gordon Curi Panggung di Markas El Che

Menurutnya, pekerjaan tidak hanya menyasar bangunan utama Istana Maimun, tetapi juga sejumlah area pendukung, termasuk kawasan rumah atau tempat singgah Sultan dan fasilitas pengelolaan.

Sukhriana menjelaskan, waktu pelaksanaan dalam kontrak awal sekitar 65 hari. Namun, pihaknya memperkirakan pekerjaan membutuhkan waktu lebih panjang sehingga diajukan pelaksanaan sekitar 3,5 bulan.

“Secara kontrak sebenarnya cuma 65 hari. Tapi tidak mungkin selesai. Makanya kami mengajukan untuk mungkin 3,5 bulan,” ujarnya.

Dia menegaskan, pekerjaan tahap pertama akan dilaksanakan sesuai lingkup kontrak. Sementara kemungkinan pekerjaan lanjutan akan menjadi kewenangan kementerian setelah tahap pertama selesai.

BACA  Dukung Medan Asri Bergerak, Sekretariat DPRD Medan Gelar Gotong Royong Massal: Bersihkan Kantor hingga Pinggir Sungai

Sukhriana juga memastikan revitalisasi tidak mengubah batas maupun bentuk dasar kawasan cagar budaya. Pekerjaan lebih diarahkan pada penyempurnaan dan perbaikan bagian bangunan yang mengalami kerusakan, termasuk bagian yang bocor.

Selain itu, kawasan Istana Maimun memiliki sejumlah fasilitas pendukung yang direncanakan untuk ditata, seperti area parkir, tempat pameran peninggalan budaya, perpustakaan, dan galeri.

Dengan anggaran Rp65 miliar, revitalisasi ini diharapkan dapat memperbaiki kondisi kawasan Istana Maimun tanpa menghilangkan karakter dan nilai sejarahnya sebagai salah satu warisan budaya penting di Kota Medan. (RS)