DPRD Medan Desak Pemko Genjot Wisata Bahari & Mangrove di Medan Utara: Ini Potensi Ekonomi Menggiurkan!

Metro43 Dilihat

MEDAN – Sebuah angin segar berhembus dari gedung DPRD Kota Medan. Wakil Ketua DPRD, Hadi Suhendra dari Fraksi Partai Golkar, secara tegas mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk segera mengoptimalkan potensi emas yang selama ini terpendam di kawasan utara.

Dalam Sidang Paripurna DPRD baru-baru ini, Suhendra menyampaikan seruan yang menggema kawasan Medan Utara harus bertransformasi menjadi destinasi wisata bahari unggulan.

“Potensi pesisir ini bukan hanya ikon baru, tapi juga mesin penggerak ekonomi masyarakat,” tegasnya.

BACA  Polsek Padang Tualang Gotong Royong Bersihkan Ekowisata Tangkahan

Menurutnya, Pemko Medan perlu bergerak cepat dengan menggelar event berskala kota seperti lomba dayung sampan dan berbagai atraksi wisata berbasis perairan untuk menarik wisatawan.

Namun, visi besar ini tak boleh hanya angan-angan. Suhendra menyoroti masih minimnya sarana dan prasarana pendukung.

“Wisata bahari butuh transportasi air yang memadai,” ujarnya, menekankan bahwa tanpa infrastruktur yang mumpuni, potensi besar ini hanya akan sia-sia.

Baca Juga : Pantai Romantis Bersuara: Darurat Iklim, Sumut Siap Tanam 27 Hektare Mangrove

BACA  Modus Check-in Hotel, Komplotan Curanmor Sikat Motor CRF di Parkiran: Tiga Pelaku Ditangkap

Yang menarik, desakan ini datang dengan sorotan tajam pada realisasi anggaran. Data menunjukkan anggaran belanja Dinas Pariwisata Kota Medan di Tahun 2025 mencapai Rp30.653.765.046, namun realisasinya baru sekitar Rp23.023.376.944 atau 75,11 persen.

Suhendra berharap penyerapan anggaran tahun ini jauh lebih baik. “Optimalisasi anggaran harus berdampak langsung pada program yang menyentuh masyarakat,” tegasnya.

Lebih jauh, tokoh yang akrab disapa Suhendra ini juga mendorong pengembangan Hutan Mangrove sebagai bagian integral dari paket wisata.

BACA  Bupati Simalungun Jemput Bola, Layanan Dukcapil hingga Pasar Murah Hadir di Nagori

Kawasan mangrove di Medan Utara dinilai memiliki potensi ganda: sebagai benteng pertahanan alami terhadap banjir rob dan abrasi, sekaligus menjadi destinasi ekowisata yang menjanjikan.

“Bayangkan, perpaduan wisata bahari, hutan bakau, dan kuliner khas pesisir—itu paket lengkap yang akan membanggakan Medan,” tutup Suhendra optimistis.

Desakan ini menjadi momentum bagi Pemko Medan untuk menunjukkan komitmen nyata dalam membangun pariwisata berkelanjutan yang tidak hanya mengejar PAD, tetapi juga mensejahterakan masyarakat pesisir. (FD)