Gagal Tawuran! Polsek Simpang Empat Bekuk 6 Remaja Bersenjata Samurai & Bom Molotov di Surbakti

Metro1 Dilihat

ASAHAN — Saling ejek di media sosial nyaris berujung tawuran. Tujuh remaja berstatus pelajar diamankan Satuan Samapta Polres Asahan di kawasan Perkuburan Cina, Pasar Lama Kisaran, Minggu malam (1/11/2026).

Mereka diduga menunggu kelompok lawan. Polisi menyita sejumlah senjata tajam rakitan.

Kanit Pam Satuan Samapta Polres Asahan Ipda Suha Riyanto menyebut, ketujuh remaja rata-rata duduk di bangku SMA dan masih di bawah umur.

“Kami amankan saat mereka kumpul-kumpul di kawasan perkuburan Cina, Pasar Lama Kisaran,” ujarnya, Senin malam (2/11/2026).

BACA  Pupuk Bersubsidi di Simalungun Wajib Sesuai HET Nasional, Petani Diminta Masuk e-RDKK

Menurut Suha, grup media sosial dipakai untuk mengatur pertemuan dengan kelompok lain. Lokasi sepi dipilih agar aksi tidak cepat diketahui. Pemicunya sering sepele: saling ejek di medsos.

Baca Juga : Gagal Tawuran! Polsek Simpang Empat Bekuk 6 Remaja Bersenjata Samurai & Bom Molotov di Surbakti

“Biasanya tawuran karena sepele. Saling ejek di sosial media. Mereka sudah menunggu di situ ingin menyerang kelompok lain,” jelasnya.

Ketujuh remaja dan barang bukti dibawa ke Polres Asahan untuk didata dan dibina. Pembinaan melibatkan orang tua dan pihak sekolah.

BACA  Wali Kota Medan Rico Waas Pamerkan APBD Sehat Tanpa Utang, SiLPA Rp592 M dan Digitalisasi PAD

Polres Asahan bersama aparat gabungan akan meningkatkan patroli serta memantau aktivitas remaja pada malam hari.

Kepala Satpol PP Asahan Budi Limbong menambahkan, sejumlah titik yang menjadi lokasi berkumpul remaja akan dipantau guna mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kasus ini menjadi alarm bersama: ejekan daring bukan hal kecil jika memicu kekerasan. Peran keluarga, sekolah, dan lingkungan dibutuhkan untuk memutus rantai tawuran sebelum korban jatuh.

BACA  Skor Istimewa Asahan 97,30: Bukan Sekadar Prestasi, Ini Ujian Konsistensi Antikorupsi

Polisi mengimbau remaja tidak terprovokasi komentar medsos. Warga diminta segera melapor jika melihat kelompok remaja membawa senjata tajam atau berkumpul mencurigakan pada malam hari.

Hingga kini, ketujuh remaja menjalani pembinaan. Tidak ada korban, tetapi pengawasan harus diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang.

Kisaran, Asahan, menjadi pengingat bahwa keamanan malam adalah tanggung jawab bersama. Keterlibatan orang tua, sekolah, dan tokoh masyarakat dinilai penting agar pembinaan tidak berhenti di kepolisian. (FD)