Gubernur Bobby Nasution Gebrak Meja! Tegur PLN Sumut, Minta Kompensasi buat Rakyat yang Terbangun Tanpa Listrik

Metro131 Dilihat

MEDAN – Geger! Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, naik pitam. Bukannya melulu soal banjir atau macet, kali ini amarahnya tertuju pada PT PLN (Persero) wilayah Sumut. Penyebabnya?

Pemadaman listrik bergilir yang meresahkan dan dianggap merugikan rakyat kecil!

Dalam inspeksi mendadak ke Kantor PLN UP2B Sumbagut di Jalan Yos Sudarso, Medan, Senin siang, Bobby yang didampingi jajaran pejabat tak kuasa menahan tegasnya.

“Rakyat sudah merugi, Pak! Apalagi pengusaha kecil yang modalnya cuma etalase dan kulkas. Ini darurat informasi!” serunya.

BACA  Medan Perkenalkan QRESTO di Rakernas APEKSI 2026: Terobosan Digital Pajak Daerah yang Bikin PAD Naik Drastis

Yang bikin Bobby gerah bukan cuma gelap gulitanya, melainkan abu-abunya informasi. Jadwal pemadaman tak jelas, wilayah terdampak seperti rahasia negara. Akibatnya? Warga tak bisa menyiapkan genset, ibu-ibu gagal memasak, dan UMKM merana.

“Masyarakat paham darurat karena cuaca ekstrem rusakin 12 tower SUTET. Tapi, kok komunikasi PLN seperti bisu? Kami di pemerintah siap bantu sosialisasi kalau dikasih tahu. Jangan cuma beralasan!” tegas mantan Wali Kota Medan itu.

Dengan lantang, Bobby menuntut PLN memberikan kompensasi bagi ribuan pelanggan terdampak. Bukan uang tunai, tapi bentuk konkret seperti keringanan tagihan listrik atau diskon token buat pengguna prabayar.

BACA  Prancis vs Maroko: Ujian Sesungguhnya bagi Les Bleus di Perempat Final Piala Dunia 2026

Baca Juga : Bobby Nasution Sentil PLN: Program Makan Gratis Ubah Peta Sekolah Favorit, Listrik Padam Bikin Trauma

“Rakyat terlambat bayar sehari, langsung diputus, bahkan meteran dicopot! Sekarang giliran PLN yang gagal, masa diam saja? Ini soal keadilan,” tegasnya sambil menekankan panggung pertemuan.

Manager PLN UID Sumut, Mundakhir Salman, tampak tertunduk. Ia minta maaf dan berjanji akan meneruskan tuntutan Bobby ke Kementerian ESDM, karena wewenang kompensasi ada di pusat.

BACA  Anton Saragih: Kolaborasi Antar Daerah Kunci Percepatan Pembangunan

Namun ada secercah harapan: PLN menargetkan perbaikan 12 tower SUTET yang ambruk akibat cuaca ekstrem selesai dalam 2-3 hari ke depan. “Kami percepat, Pak. Listrik akan kembali normal,” janjinya.

Kasus ini jadi ujian transparansi BUMN. Rakyat tak butuh alasan, butuh kepastian. Apalagi Sumut sedang memasuki musim investasi. Jika PLN terus padam, investor kabar burung pun cepat menyebar. (Rel)

Gubernur Bobby Nasution Gebrak Meja! Tegur PLN Sumut, Minta Kompensasi buat Rakyat yang Terbangun Tanpa Listrik

Metro0 Dilihat

MEDAN – Geger! Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, naik pitam. Bukannya melulu soal banjir atau macet, kali ini amarahnya tertuju pada PT PLN (Persero) wilayah Sumut. Penyebabnya?

Pemadaman listrik bergilir yang meresahkan dan dianggap merugikan rakyat kecil!

Dalam inspeksi mendadak ke Kantor PLN UP2B Sumbagut di Jalan Yos Sudarso, Medan, Senin siang, Bobby yang didampingi jajaran pejabat tak kuasa menahan tegasnya.

“Rakyat sudah merugi, Pak! Apalagi pengusaha kecil yang modalnya cuma etalase dan kulkas. Ini darurat informasi!” serunya.

BACA  Bukan Dilarang, Difasilitasi! Begini Cara Medan Atur Jualan Daging Nonhalal agar Rukun dan Tertib

Yang bikin Bobby gerah bukan cuma gelap gulitanya, melainkan abu-abunya informasi. Jadwal pemadaman tak jelas, wilayah terdampak seperti rahasia negara. Akibatnya? Warga tak bisa menyiapkan genset, ibu-ibu gagal memasak, dan UMKM merana.

“Masyarakat paham darurat karena cuaca ekstrem rusakin 12 tower SUTET. Tapi, kok komunikasi PLN seperti bisu? Kami di pemerintah siap bantu sosialisasi kalau dikasih tahu. Jangan cuma beralasan!” tegas mantan Wali Kota Medan itu.

Dengan lantang, Bobby menuntut PLN memberikan kompensasi bagi ribuan pelanggan terdampak. Bukan uang tunai, tapi bentuk konkret seperti keringanan tagihan listrik atau diskon token buat pengguna prabayar.

BACA  Prancis vs Maroko: Ujian Sesungguhnya bagi Les Bleus di Perempat Final Piala Dunia 2026

Baca Juga : Bobby Nasution Sentil PLN: Program Makan Gratis Ubah Peta Sekolah Favorit, Listrik Padam Bikin Trauma

“Rakyat terlambat bayar sehari, langsung diputus, bahkan meteran dicopot! Sekarang giliran PLN yang gagal, masa diam saja? Ini soal keadilan,” tegasnya sambil menekankan panggung pertemuan.

Manager PLN UID Sumut, Mundakhir Salman, tampak tertunduk. Ia minta maaf dan berjanji akan meneruskan tuntutan Bobby ke Kementerian ESDM, karena wewenang kompensasi ada di pusat.

BACA  Medan Perkenalkan QRESTO di Rakernas APEKSI 2026: Terobosan Digital Pajak Daerah yang Bikin PAD Naik Drastis

Namun ada secercah harapan: PLN menargetkan perbaikan 12 tower SUTET yang ambruk akibat cuaca ekstrem selesai dalam 2-3 hari ke depan. “Kami percepat, Pak. Listrik akan kembali normal,” janjinya.

Kasus ini jadi ujian transparansi BUMN. Rakyat tak butuh alasan, butuh kepastian. Apalagi Sumut sedang memasuki musim investasi. Jika PLN terus padam, investor kabar burung pun cepat menyebar. (Rel)