Gubernur Bobby Nasution Gebrak Meja! Tegur PLN Sumut, Minta Kompensasi buat Rakyat yang Terbangun Tanpa Listrik

Metro117 Dilihat

MEDAN – Geger! Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, naik pitam. Bukannya melulu soal banjir atau macet, kali ini amarahnya tertuju pada PT PLN (Persero) wilayah Sumut. Penyebabnya?

Pemadaman listrik bergilir yang meresahkan dan dianggap merugikan rakyat kecil!

Dalam inspeksi mendadak ke Kantor PLN UP2B Sumbagut di Jalan Yos Sudarso, Medan, Senin siang, Bobby yang didampingi jajaran pejabat tak kuasa menahan tegasnya.

“Rakyat sudah merugi, Pak! Apalagi pengusaha kecil yang modalnya cuma etalase dan kulkas. Ini darurat informasi!” serunya.

BACA  Hanura-PKB Setujui APBD 2025 Medan, Tapi Sorot 4 Masalah Krusial: Serapan Anggaran Hanya 82%, SILPA Rp592 M, Banjir, dan Infrastruktur

Yang bikin Bobby gerah bukan cuma gelap gulitanya, melainkan abu-abunya informasi. Jadwal pemadaman tak jelas, wilayah terdampak seperti rahasia negara. Akibatnya? Warga tak bisa menyiapkan genset, ibu-ibu gagal memasak, dan UMKM merana.

“Masyarakat paham darurat karena cuaca ekstrem rusakin 12 tower SUTET. Tapi, kok komunikasi PLN seperti bisu? Kami di pemerintah siap bantu sosialisasi kalau dikasih tahu. Jangan cuma beralasan!” tegas mantan Wali Kota Medan itu.

Dengan lantang, Bobby menuntut PLN memberikan kompensasi bagi ribuan pelanggan terdampak. Bukan uang tunai, tapi bentuk konkret seperti keringanan tagihan listrik atau diskon token buat pengguna prabayar.

BACA  PSI Medan Alarm! Proyek BRT Mebidang Rp1,9 T Bisa Bikin APBD Jebol? Ini Hitungan Kritisnya

Baca Juga : Bobby Nasution Sentil PLN: Program Makan Gratis Ubah Peta Sekolah Favorit, Listrik Padam Bikin Trauma

“Rakyat terlambat bayar sehari, langsung diputus, bahkan meteran dicopot! Sekarang giliran PLN yang gagal, masa diam saja? Ini soal keadilan,” tegasnya sambil menekankan panggung pertemuan.

Manager PLN UID Sumut, Mundakhir Salman, tampak tertunduk. Ia minta maaf dan berjanji akan meneruskan tuntutan Bobby ke Kementerian ESDM, karena wewenang kompensasi ada di pusat.

BACA  Binsar Simarmata Minta Perusahaan Tepat Bayar, Disnaker Siapkan Layanan Pengaduan!

Namun ada secercah harapan: PLN menargetkan perbaikan 12 tower SUTET yang ambruk akibat cuaca ekstrem selesai dalam 2-3 hari ke depan. “Kami percepat, Pak. Listrik akan kembali normal,” janjinya.

Kasus ini jadi ujian transparansi BUMN. Rakyat tak butuh alasan, butuh kepastian. Apalagi Sumut sedang memasuki musim investasi. Jika PLN terus padam, investor kabar burung pun cepat menyebar. (Rel)

Gubernur Bobby Nasution Gebrak Meja! Tegur PLN Sumut, Minta Kompensasi buat Rakyat yang Terbangun Tanpa Listrik

Metro0 Dilihat

MEDAN – Geger! Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, naik pitam. Bukannya melulu soal banjir atau macet, kali ini amarahnya tertuju pada PT PLN (Persero) wilayah Sumut. Penyebabnya?

Pemadaman listrik bergilir yang meresahkan dan dianggap merugikan rakyat kecil!

Dalam inspeksi mendadak ke Kantor PLN UP2B Sumbagut di Jalan Yos Sudarso, Medan, Senin siang, Bobby yang didampingi jajaran pejabat tak kuasa menahan tegasnya.

“Rakyat sudah merugi, Pak! Apalagi pengusaha kecil yang modalnya cuma etalase dan kulkas. Ini darurat informasi!” serunya.

BACA  “Jangan Sia-siakan Bantuan Pusat!” – Rico Desak Revitalisasi RSUD Pirngadi Segera Dieksekusi

Yang bikin Bobby gerah bukan cuma gelap gulitanya, melainkan abu-abunya informasi. Jadwal pemadaman tak jelas, wilayah terdampak seperti rahasia negara. Akibatnya? Warga tak bisa menyiapkan genset, ibu-ibu gagal memasak, dan UMKM merana.

“Masyarakat paham darurat karena cuaca ekstrem rusakin 12 tower SUTET. Tapi, kok komunikasi PLN seperti bisu? Kami di pemerintah siap bantu sosialisasi kalau dikasih tahu. Jangan cuma beralasan!” tegas mantan Wali Kota Medan itu.

Dengan lantang, Bobby menuntut PLN memberikan kompensasi bagi ribuan pelanggan terdampak. Bukan uang tunai, tapi bentuk konkret seperti keringanan tagihan listrik atau diskon token buat pengguna prabayar.

BACA  Warga Medan Johor Sampaikan 5 Keluhan Vital ke DPRD: Bansos Macet, Jalan Rusak, Banjir Parah!

Baca Juga : Bobby Nasution Sentil PLN: Program Makan Gratis Ubah Peta Sekolah Favorit, Listrik Padam Bikin Trauma

“Rakyat terlambat bayar sehari, langsung diputus, bahkan meteran dicopot! Sekarang giliran PLN yang gagal, masa diam saja? Ini soal keadilan,” tegasnya sambil menekankan panggung pertemuan.

Manager PLN UID Sumut, Mundakhir Salman, tampak tertunduk. Ia minta maaf dan berjanji akan meneruskan tuntutan Bobby ke Kementerian ESDM, karena wewenang kompensasi ada di pusat.

BACA  Rico Waas: Digitalisasi Tarombo, Cara Jenius Menjaga Silsilah Batak di Era Medsos

Namun ada secercah harapan: PLN menargetkan perbaikan 12 tower SUTET yang ambruk akibat cuaca ekstrem selesai dalam 2-3 hari ke depan. “Kami percepat, Pak. Listrik akan kembali normal,” janjinya.

Kasus ini jadi ujian transparansi BUMN. Rakyat tak butuh alasan, butuh kepastian. Apalagi Sumut sedang memasuki musim investasi. Jika PLN terus padam, investor kabar burung pun cepat menyebar. (Rel)