Hari Ginjal Sedunia 2026: Wali Kota Medan Bagikan Kisir Haru Ibu Kandung, RSUD Pirngadi Siap Bertransformasi Besar

Metro205 Dilihat

MEDAN – Ada yang berbeda dalam peringatan Hari Ginjal Sedunia tahun ini di RSUD Dr. Pirngadi Medan. Bukan hanya seremoni, melainkan janji politik dan kisah pribadi yang menyentuh hati.

Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, secara terbuka mengenang almarhum ibundanya yang dulu harus menjalani cuci darah di tengah keterbatasan jaminan kesehatan.

“Saat saya melihat ruang hemodialisa ini, air mata saya hampir jatuh. Ibu saya dulu berjuang tanpa BPJS. Biayanya luar biasa besar,” ujar Zakiyuddin, Sabtu (4/4/2026).

Kisah ini menjadi pembuka komitmen besar Pemko Medan: membenahi total layanan ginjal dan fasilitas RSUD Dr. Pirngadi.

BACA  Gempur Narkoba 100 Hari: Polrestabes Medan Sita 156 Kg Sabu, 60 Ribu Ekstasi, dan Bekuk 718 Tersangka!

Saat ini, instalasi hemodialisa RS Pirngadi telah memiliki 40 mesin cuci darah yang mampu melayani 80 pasien per hari. Angka ini memang sudah membantu masyarakat menengah ke bawah, tapi masih jauh dari kebutuhan riil Kota Medan yang terus membengkak.

“Kami tidak akan berhenti di sini. Dalam dua tahun ke depan, RSUD Dr. Pirngadi akan memiliki gedung tujuh lantai plus parkir dua lantai. Ini bukan sekadar renovasi, tapi kebangkitan total,” tegasnya.

Baca Juga : Prostat: Kelenjar Kecil dengan Masalah Besar, Waspadai Sebelum Terlambat

BACA  Legalisasi 607 Sumur Minyak Rakyat di Langkat, Bobby Nasution Pacu Swasembada Energi Nasional

Namun, ada satu pesan moral yang lebih penting dari beton dan mesin canggih: pelayanan humanis. Zakiyuddin mengingatkan seluruh tenaga kesehatan bahwa senyum dan sambutan hangat adalah obat pertama bagi pasien ginjal yang rentan stres.

“Anggap pasien seperti keluarga sendiri. Kalau wajah kita masam, itu menambah sakit mereka. Tapi jika kita sambut dengan baik, itu sudah separuh kesembuhan,” katanya di hadapan Plt. Direktur Utama RSUD Dr. Pirngadi, Mardohar Tambunan.

Selain menambah kapasitas tempat tidur BPJS (saat ini baru 130 unit), Pemko Medan juga mendatangkan alat medis mutakhir seperti CT Scan dan peningkatan layanan laboratorium.

BACA  Anton Saragih Temukan Warga Belum Urus Akta Kematian 13 Tahun Saat Kunjungi Siboras

Zakiyuddin juga mengajak masyarakat memanfaatkan program Universal Health Coverage (UHC) yang cukup menunjukkan KTP untuk berobat.

“Bangunan megah, alat canggih, tapi layanan buruk nol. Kita mulai dari pelayanan dulu. Kepercayaan publik adalah segalanya,” pungkasnya.

Peringatan Hari Ginjal Sedunia kali ini bukan hanya seremoni, tapi panggilan untuk bertindak. Bagi warga Medan yang membutuhkan cuci darah, harapan baru mulai bersinar di RSUD Dr. Pirngadi. (Rel)