Jalan Simpang Hatonduhan–Tangga Batu Diaspal, Anggaran Hampir Rp7 Miliar

Metro55 Dilihat

SIMALUNGUN – Pemerintah Kabupaten Simalungun mengaspal ruas Jalan Simpang Hatonduhan–Tangga Batu, Kecamatan Hatonduhan, dengan anggaran hampir Rp7 miliar. Pekerjaan sepanjang sekitar 1,8 kilometer dan lebar 4 meter itu ditujukan untuk memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Untuk memastikan kualitas pekerjaan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Simalungun, Hotbinson Damanik, bersama Wakil Ketua DPRD Simalungun, Jefra H. Manurung, meninjau langsung lokasi pengerjaan pada Jumat (6/11/2026). Keduanya didampingi sejumlah petugas teknis.

BACA  Pj Sekda Sumut Terima Laporan Kinerja Komisi Informasi 2025, Bahas Perpanjangan Masa Jabatan Komisioner

Dalam peninjauan tersebut, Hotbinson dan tim memeriksa tahapan pengaspalan, termasuk mutu pekerjaan dan kesesuaian spesifikasi teknis dengan perencanaan.

Hotbinson mengatakan, pengawasan diperlukan agar hasil pembangunan tidak hanya terlihat baik saat selesai dikerjakan, tetapi juga memiliki daya tahan dan manfaat dalam jangka panjang.

“Kualitas jalan tidak hanya dilihat dari hasil pengaspalan yang tampak baik, tetapi juga dari kemampuan jalan tersebut memberikan manfaat dalam jangka panjang. Karena itu, pengawasan teknis menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap tahap pembangunan,” ujar Hotbinson.

BACA  Kadishub Medan Mangkir dari RDP Mega Proyek BRT Rp1,9 T, DPRD: "Jangan Main-Main!"

Menurutnya, kondisi jalan yang layak berpengaruh langsung terhadap aktivitas masyarakat. Selain memperlancar perjalanan, infrastruktur jalan juga menunjang distribusi hasil pertanian dan barang, serta mempermudah akses warga menuju fasilitas kesehatan dan pendidikan.

Pemkab Simalungun berharap pengaspalan ruas tersebut dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di kawasan Hatonduhan.

BACA  Tutup IMM Expo & Arena Fest 2026, Wali Kota Medan Rico Waas: Mahasiswa Zaman Now Harus Kritis dan Kreatif!

Hotbinson menegaskan, pembangunan jalan harus dinilai dari kualitas hasil pekerjaan dan manfaat yang dirasakan masyarakat, bukan semata-mata dari besarnya anggaran maupun panjang ruas yang diperbaiki.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran atau panjang jalan yang diperbaiki, tetapi juga dari kualitas hasil pekerjaan, daya tahan infrastruktur, dan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya. (RS)