Jalan Simpang Hatonduhan–Tangga Batu Diaspal, Anggaran Hampir Rp7 Miliar

Metro6 Dilihat

SIMALUNGUN – Pemerintah Kabupaten Simalungun mengaspal ruas Jalan Simpang Hatonduhan–Tangga Batu, Kecamatan Hatonduhan, dengan anggaran hampir Rp7 miliar. Pekerjaan sepanjang sekitar 1,8 kilometer dan lebar 4 meter itu ditujukan untuk memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Untuk memastikan kualitas pekerjaan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Simalungun, Hotbinson Damanik, bersama Wakil Ketua DPRD Simalungun, Jefra H. Manurung, meninjau langsung lokasi pengerjaan pada Jumat (6/11/2026). Keduanya didampingi sejumlah petugas teknis.

BACA  Breaking News: AS dan Israel Lancarkan Operasi Epic Fury ke Iran, Targetkan Pemimpin Tertinggi!

Dalam peninjauan tersebut, Hotbinson dan tim memeriksa tahapan pengaspalan, termasuk mutu pekerjaan dan kesesuaian spesifikasi teknis dengan perencanaan.

Hotbinson mengatakan, pengawasan diperlukan agar hasil pembangunan tidak hanya terlihat baik saat selesai dikerjakan, tetapi juga memiliki daya tahan dan manfaat dalam jangka panjang.

“Kualitas jalan tidak hanya dilihat dari hasil pengaspalan yang tampak baik, tetapi juga dari kemampuan jalan tersebut memberikan manfaat dalam jangka panjang. Karena itu, pengawasan teknis menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap tahap pembangunan,” ujar Hotbinson.

BACA  Anton Saragih Apresiasi Street Food Gorontalo, Dorong UMKM Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat

Menurutnya, kondisi jalan yang layak berpengaruh langsung terhadap aktivitas masyarakat. Selain memperlancar perjalanan, infrastruktur jalan juga menunjang distribusi hasil pertanian dan barang, serta mempermudah akses warga menuju fasilitas kesehatan dan pendidikan.

Pemkab Simalungun berharap pengaspalan ruas tersebut dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di kawasan Hatonduhan.

BACA  Polisi Bongkar Sindikat Curanmor Modus Tabrak Adik

Hotbinson menegaskan, pembangunan jalan harus dinilai dari kualitas hasil pekerjaan dan manfaat yang dirasakan masyarakat, bukan semata-mata dari besarnya anggaran maupun panjang ruas yang diperbaiki.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran atau panjang jalan yang diperbaiki, tetapi juga dari kualitas hasil pekerjaan, daya tahan infrastruktur, dan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya. (RS)