Akses Marubun Lokkung Terputus Akibat Longsor, Pemkab Simalungun Targetkan Perbaikan Tuntas Agustus 2026

Metro22 Dilihat

SIMALUNGUN – Pemerintah Kabupaten Simalungun menargetkan penanganan longsor yang memutus akses jalan penghubung Nagori Marubun Lokkung, Kecamatan Dolok Silou, dengan Nagori Tinggi Raja, Kecamatan Silou Kahean, rampung pada Agustus 2026.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun Mixnon Andreas Simamora di Pematang Raya, Kamis (9/7/2026).

Menurut Mixnon, proses penanganan di lokasi masih terus berlangsung meski terkendala cuaca ekstrem yang menyebabkan pekerjaan belum dapat diselesaikan sesuai target awal.

“Pemerintah Kabupaten Simalungun saat ini terus melaksanakan pekerjaan penanganan di lokasi, meskipun masih terdapat kendala cuaca yang menghambat proses pengerjaan,” kata Mixnon.

BACA  Bobby Nasution Gebrakan Baru: DBH Ratusan Miliar Tertahan, 10 Daerah di Sumut Belum Juga Tender!

Ia menjelaskan, jalan yang terdampak longsor merupakan jalur vital bagi masyarakat karena menjadi akses utama mobilitas warga sekaligus jalur distribusi hasil pertanian dan perkebunan.

Karena itu, Pemkab Simalungun memastikan pekerjaan perbaikan akan terus dilanjutkan hingga akses jalan kembali aman dan dapat digunakan masyarakat.

Sementara itu, perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun, Oliver Silalahi, mengatakan curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir memicu longsor susulan di lokasi pekerjaan.

BACA  Bobby Nasution Sentil PLN: Program Makan Gratis Ubah Peta Sekolah Favorit, Listrik Padam Bikin Trauma

Akibatnya, volume pekerjaan mengalami penambahan dari rencana awal. Konstruksi tembok penahan tanah yang semula dirancang sepanjang 30 meter kini diperpanjang menjadi 39 meter. Selain itu, pembangunan box culvert bertambah dari 9 meter menjadi 21 meter.

 

Oliver juga mengungkapkan sejumlah kendala lain yang dihadapi di lapangan, di antaranya terbatasnya akses menuju lokasi yang menyulitkan pengangkutan material bangunan. Ketersediaan material di sekitar lokasi juga terbatas sehingga pasokan sering mengalami keterlambatan.

 

Selain itu, area kerja yang sempit dan tidak tersedianya jalur alternatif membuat aktivitas perbaikan harus berbagi ruang dengan masyarakat yang melintas untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.

BACA  DPRD Ancam PLN: Jangan Diskriminasi dengan Jawa! Ini Fakta dan Aturan Kompensasinya

 

“Akibat longsor susulan terjadi penambahan volume pekerjaan, waktu pelaksanaan kini diperpanjang dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada bulan Agustus 2026,” ujar Oliver.

 

Pemkab Simalungun menyatakan akan terus memantau perkembangan penanganan di lapangan dan mengerahkan sumber daya yang diperlukan agar akses jalan yang terputus akibat longsor dapat segera kembali normal sehingga aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu. (RS)