Status Siaga Sinabung, Siswa SD di Naman Teran Tetap Belajar Tatap Muka

Metro40 Dilihat

KARO – Aktivitas Gunung Sinabung yang masih berstatus Siaga (Level III) tidak menghentikan kegiatan belajar mengajar di SD yang berada di Desa Naman Teran, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Selasa (1/9/2026).

Di tengah peningkatan aktivitas vulkanik Sinabung, para siswa tetap mengikuti pembelajaran tatap muka seperti biasa. Dari area sekolah, puncak Gunung Sinabung terlihat jelas di belakang gedung sekolah.

BACA  INALUM Ukir Sejarah di Usia Emas: Produksi dan Laba Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang 50 Tahun

Baca Juga: Erupsi Kecil Sinabung Tak Hentikan Aktivitas Petani Sekitar Gunung

Pihak sekolah tetap menjalankan proses belajar mengajar sambil memantau perkembangan aktivitas gunung. Guru-guru juga terus memperhatikan kondisi di sekitar sekolah sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.

Hingga saat ini, sekolah belum meliburkan siswa maupun menerapkan pembelajaran jarak jauh. Kebijakan kegiatan belajar masih menunggu arahan resmi dari Pemerintah Kabupaten Karo dan Dinas Pendidikan terkait langkah mitigasi yang akan diterapkan.

BACA  Borong 2.683 Medali! Porprovsu XII Sumut 2026 Jadi Ajang Pembuktian Terbesar, 5.654 Atlet Siap Bertarung

Meski aktivitas belajar berlangsung normal, kewaspadaan tetap ditingkatkan menyusul status Sinabung yang masih berada pada Level III atau Siaga.

Tim pemantau Gunung Sinabung terus mengimbau masyarakat yang berada di kawasan sekitar gunung untuk waspada terhadap potensi erupsi, guguran lava maupun awan panas.

Bagi warga Desa Naman Teran, aktivitas vulkanik Sinabung bukan hal baru. Masyarakat tetap menjalankan kegiatan sehari-hari, termasuk pendidikan, dengan terus mengikuti perkembangan informasi dan arahan dari pemerintah.

BACA  Darurat Narkoba Medan: Kasus Melonjak 117%, Polrestabes Sita 231 Kg Sabu & Gerebek 23 Sarang di Jalan Jermal

Sebelumnya, Gubernur Sumut, Bobby Afif Nasution mengatakan, pihaknya masih memantau situasi Gunung Sinabung. “Kami tunggu satu hari. Bila kondisi nya semakin parah, maka prosea belajar jarak jauh dilakukan. Tidak diliburkan,” ungkapnya. (FD)