Wali Kota Medan Buka Suara! Pers Bukan Sekadar Pemberita, Tapi Ujung Tombak Solusi Kota

Metro10 Dilihat

MEDAN – Di tengah hiruk-pikuk pembangunan Kota Medan, Wali Kota Rico Waas melontarkan gagasan yang mengguncang ruang redaksi sinergitas adalah harga mati, dan insan pers adalah mitra strategis yang tak tergantikan.

Dalam audiensi dengan Pengurus Wartawan Pemko Medan (PWPM) periode 2026–2029 di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan Sudirman, kemarin, Rico Waas yang didampingi Kadis Kominfo Arrahmaan Pane dan Kabag Prokopim Arafat Syam menegaskan bahwa banjir, event kota, hingga pelayanan publik tak akan terselesaikan tanpa pemikiran adaptif dan kolaborasi nyata.

BACA  Malam Lailatul Qadar: Malam Lebih Baik dari 1.000 Bulan, Pintu Ampunan dan Pahala Tanpa Batas

Rico Waas mengajak wartawan tidak sekadar melapor, tetapi menghadirkan informasi yang sehat, edukatif, dan memberi solusi.

“Kita harus saling memberikan masukan selama itu bermanfaat. Yang terpenting, informasi yang disampaikan benar, sehat, dan tidak membuat masyarakat tersesat,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa kritik konstruktif adalah vitamin bagi pelayanan publik bukan ancaman. Di era banjir hoaks, peran jurnalis sebagai benteng kebenaran semakin vital.

BACA  PSI Medan Alarm! Proyek BRT Mebidang Rp1,9 T Bisa Bikin APBD Jebol? Ini Hitungan Kritisnya

Wartawan Multitalenta: Bukan Cuma Nulis, Tapi Bikin Karya Visual yang Bercerita

Tak berhenti di teks, Rico Waas mendorong PWPM menggelar lomba karya tulis, fotografi jurnalistik, pertunjukan puisi, serta penulisan sejarah dan geografi Medan.

Baca Juga : Wartawan adalah Mitra Strategis Pemerintah, FWP Siap Dukung 6 Program Unggulan Bobby Nasution

“Foto yang baik bukan hanya dokumentasi, tapi juga bisa bercerita. Kemampuan menghasilkan karya visual sangat penting,” ujarnya. Ini adalah terobosan wartawan masa depan adalah perpaduan kata dan gambar artistik.

BACA  Bobby Nasution Tutup Jamdasu XI dengan Kejutan! 19 Petugas Upacara Gratis ke Jamnas 2026, Sumut Catat Sejarah Digital

Ketua PWPM ME Ginting menyambut hangat gagasan ini. Audiensi menjadi momen memperkenalkan kepengurusan baru sekaligus mempererat kemitraan dengan Pemko Medan.

Kolaborasi pemerintah-pers bukan sekadar wacana, tapi kebutuhan darurat di tengah kompleksitas kota. Medan butuh jurnalisme yang membangun, bukan sekadar mengkritik. Ini adalah panggilan untuk revolusi gaya pemberitaan! (Rel)