Isu Pemakzulan Presiden Prabowo Dinilai Provokatif, GP Al Washliyah Minta Aparat Bertindak

Nasional24 Dilihat

JAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al Washliyah (PP-GPA) Aminullah Siagian mendesak aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, segera menindak oknum yang diduga menyebarkan provokasi terkait isu pemakzulan Presiden Prabowo Subianto.

Aminullah menilai narasi pemakzulan yang belakangan mencuat berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Ia meminta aparat bertindak tegas terhadap oknum yang dinilai memprovokasi publik dengan isu tersebut.

“Jika ada pihak yang menyebarkan provokasi dan menimbulkan keresahan dengan agenda pemakzulan presiden, aparat penegak hukum harus segera mengambil langkah tegas,” kata Aminullah dalam keterangannya, Kamis (12/3/2026).

BACA  Dampingi Presiden Prabowo, Mendagri Hadiri Pengukuhan Pengurus MUI 2025–2030

Menurutnya, penyampaian aspirasi di negara demokrasi merupakan hal yang sah. Namun, ia menilai narasi yang disertai provokasi, ujaran kebencian, serta upaya menghasut masyarakat dapat mengganggu stabilitas nasional dan jalannya pemerintahan.

Ia juga meminta aparat keamanan, termasuk TNI dan Polri, tidak membiarkan kelompok yang dianggap mencoba mengganggu stabilitas politik dan jalannya roda pemerintahan.

BACA  Mahasiswi STIKOM Tunas Bangsa Raih Emas dan Best Performance di 3rd AMMA Championship China

“Kami meminta semua pihak menahan diri dan menjaga situasi tetap kondusif. Jangan sampai isu-isu yang provokatif justru memecah belah masyarakat,” ujarnya.

Aminullah menegaskan, Gerakan Pemuda Al Washliyah menolak segala bentuk narasi provokatif yang mengarah pada isu pemakzulan kepala negara. Menurutnya, seluruh elemen bangsa harus mengedepankan persatuan dan kesatuan di atas kepentingan kelompok.

“Persatuan dan kesatuan bangsa harus diutamakan. Mari menjaga kondusivitas dan keamanan negara serta menghindari provokasi yang dapat memicu konflik di tengah masyarakat,” katanya.

BACA  PT SSE Surati Seskab Teddy Indra Wijaya, Minta Atensi Sengketa dengan Inalum

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia dibangun atas semangat kebersamaan dan persatuan, sehingga setiap pihak diharapkan tidak menyebarkan narasi yang berpotensi memecah belah bangsa.

“Negeri ini adalah warisan para pejuang. Jangan sampai ada pihak yang merusak persatuan bangsa dengan isu-isu yang memecah belah,” tutupnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *