Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Ribuan Guru Besar Diundang ke Istana, Prof. Saiful Anwar Matondang: Komitmen Presiden untuk Pendidikan Tinggi dan Riset

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengundang 1.200 guru besar, dekan, dan rektor bidang sosial humaniora dari berbagai perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta se-Indonesia untuk berdialog di halaman tengah Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis pagi.

 

Salah seorang guru besar yang mendapat kehormatan tersebut adalah Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumatera Utara, Prof. Saiful Anwar Matondang, Phd.

 

Kepada wartawan, Prof. Saiful mengungkapkan, pertemuan itu membahas peningkatan sumber daya manusia (SDM).

 

“Kami juga diminta untuk melakukan penelitian dan menguasai perkembangan geopolitik global. Kami juga mendapat pemaparan bahwa sumber daya alam Indonesia yang sangat kaya harus diolah sesuai dengan Undang-undang Dasar 1945 Pasal 33, bahwa bumi dan air dikuasai oleh negara untuk kemampuan rakyat. Inilah visi Bapak Presiden ke depan yang diberikan tanggung jawab ke masing-masing elit,” urai Prof. Saiful.

 

Lanjutnya, Presiden Prabowo juga meminta kepada para guru besar dan kaum ilmuwan, harus mengembangkan riset dan hilirisasi untuk kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat.

 

“Dan alhamdulillah, Bapak Presiden menambah anggaran riset yang tadinya Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun, bertambah 4 triliun. Ini sangat menggembirakan kami para guru besar, karena kami selama ini dengan 0,03 persen biaya penelitian, sangat sulit dan sangat kecil budgetnya di negara-negara berkembang. Maka dengan ini, kami berharap dengan kucuran dana nanti, Rp12 triliun yang dibagikan kepada kampus-kampus dapat menggairahkan semangat dan motivasi teman-teman guru besar untuk meneliti lebih banyak lagi,” urai Prof. Saiful.

 

Ia juga mengaku bersyukur, saat ini 5 dari 10 perguruan tinggi UNGGUL di Sumatera Utara, mendapat kesempatan diundang ke Istana Negara. Yakni: INGES, Deli Husada, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Universitas Prima Indonesia, Universitas Medan Area, dan Universitas Islam Sumatera Utara.

 

“Tak hanya rektornya saja, juga para dekan ilmu sosial dan ekonomi. Ini sangat bagus untuk mensosialisasikan ini kepada para ilmuwan yang ada di kampus masing-masing, bagaimana meningkatkan swasembada pangan, bagaimana meningkatkan yang kita sebut dengan penelitian untuk hilirisasi riset,” sebut Prof. Saiful.

 

>>>> Menambah Fakultas Kedokteran

 

Menurut Prof. Saiful, guru-guru besar dan kampus di Indonesia juga dititipkan pesan oleh Presiden Prabowo untuk menambah seribu dokter dan dokter spesialis setiap tahunnya. Sebab, Indonesia sangat memerlukan banyak dokter di pedesaan.

 

“Ini adalah support yang luar biasa untuk pengembangan Fakultas Kedokteran. Di mana, selama ini Fakultas Kedokteran karena moratorium beberapa tahun yang lalu dan baru start di 2023 sangat terbatas. Dan alhamdulillah, LLDikti Wilayah 1, selama kepemimpinan kami, telah menambah jumlah Fakultas Kedokteran di Perguruan Tinggi Swasta ada lima, dan satu di UNIMED. Ditambah lagi PSDKU Pekan Baru Universitas Prima Indonesia. Kita juga sedang memproses beberapa SK untuk spesialis,” ungkap Prof. Saiful.

 

Ia juga menyatakan, Universitas Prima Indonesia saat ini sudah memiliki delapan program studi spesialis kedokteran, seperti jantung, radiologi, dan juga anestesi.

 

“Ini sangat menggembirakan kita, karena seluruh LLDikti yang ada di Indonesia, hanya LLDikti Wilayah I yang dapat menambah enam fakultas kedokteran, ditambah 8 spesialis. Dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara juga sedang memproses spesialis yang kedua. Mudah-mudahan tidak terlalu lama, UMSU juga spesialisnya yang kedua akan segera terbit SK-nya,” urai Prof. Saiful, yang senantiasa mengawal peningkatan mutu pendidikan tinggi di Sumatera Utara. (red)

Share: