Menteri Ekonomi Malaysia Kagum Potensi Sumut, Puji Kepemimpinan Bobby Nasution

News27 Dilihat

MEDAN – Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah bin Mohd Nasir memuji kinerja Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution dalam mendorong kerja sama ekonomi kawasan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT).

Pujian itu disampaikan Akmal usai menghadiri rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-32 di Hotel JW Marriot Medan, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, Bobby menunjukkan komitmen kuat dan mampu memaparkan berbagai potensi ekonomi yang dimiliki Sumut kepada negara-negara anggota IMT-GT.

“Ini kali pertama saya bertemu dengan beliau. Saya melihat potensi yang besar dan komitmen yang kuat. Paparan yang disampaikan juga menunjukkan banyak peluang ekonomi yang dimiliki Sumatera Utara,” kata Akmal.

Akmal menilai kerja sama antara Indonesia, Malaysia dan Thailand masih memiliki ruang yang sangat besar untuk dikembangkan, terutama dalam memperluas pasar, meningkatkan konektivitas serta memperkuat perdagangan antarwilayah.

Menurutnya, posisi strategis Pulau Sumatera yang berdekatan dengan Malaysia dan Thailand menjadi keuntungan tersendiri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Ia mencontohkan Malaysia telah membangun konektivitas logistik melalui Pelabuhan Pulau Pinang yang terhubung dengan jaringan kereta api menuju Perlis dan Thailand. Skema serupa dinilai dapat membuka peluang perdagangan yang lebih luas bagi kawasan IMT-GT.

BACA  Pastikan Jaminan Perawatan Berjalan Baik, Direksi Jasa Raharja Tinjau Korban KMP Putri Yasmin di Rumah Sakit

“Kita melihat ada peluang ekonomi yang sangat baik untuk terus dikembangkan antara Malaysia, Thailand dan Indonesia,” ujarnya.

Akmal juga mengungkapkan hubungan Indonesia dan Malaysia, khususnya dengan Sumatera Utara, semakin erat. Saat ini terdapat sekitar 60 penerbangan setiap pekan yang menghubungkan Malaysia dengan Medan.

Menurutnya, tingginya konektivitas penerbangan tersebut menjadi indikator kuatnya hubungan ekonomi, bisnis dan mobilitas masyarakat antara kedua negara.

“Saya sangat berterima kasih atas sambutan yang diberikan. Hubungan kedua negara ini sangat baik dan akan terus berkembang,” katanya.

Selain sektor perdagangan, Akmal melihat peluang kerja sama besar di bidang pariwisata dan kesehatan. Malaysia saat ini tengah mengembangkan sektor wisata kesehatan (medical tourism) yang dinilai dapat dikolaborasikan dengan daerah-daerah di Sumatera.

Di sektor perdagangan, ia juga menyoroti potensi penguatan pasar komoditas unggulan seperti kelapa sawit, beras dan berbagai produk pertanian lainnya.

BACA  Penyegaran Internal, 5 Perwira Polrestabes Medan Dapat Jabatan Baru

Akmal berharap kepemimpinan daerah di kawasan IMT-GT, termasuk Sumut, dapat terus memperkuat kolaborasi lintas negara agar manfaat ekonomi kerja sama regional tersebut semakin dirasakan masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution memaparkan sejumlah proyek strategis dan peluang investasi Sumut di hadapan peserta Pertemuan Tingkat Menteri Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 di Medan.

Paparan itu disampaikan Bobby selaku Chair of the Chief Ministers’ and Governors’ Forum (CMGF) dalam sesi pelaporan.

Empat proyek yang dibawa Bobby antara lain Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei seluas 1.934 hektare, Toba Caldera Resort di Danau Toba dengan nilai investasi US1,73 miliar di Danau Toba. Kawasan Industri Strategis Sumatera Utara (KISS) seluas 2.445 hektare dan pusat ekonomi kreatif, MICE, serta smart city terpadu di Deli Serdang,” kata Bobby.

Tidak hanya Sumut, forum tersebut juga memaparkan sejumlah proyek dari provinsi lain di Sumatera yang dinilai memiliki potensi memperkuat konektivitas dan ekonomi kawasan IMT-GT.

BACA  Perumda Tirtanadi Turunkan Tarif Pemakaian Air

Aceh menawarkan proyek rumah sakit wisata medis di Sabang senilai US2,78 miliar.

Riau membawa proyek Jalur RORO Dumai-Melaka dan pusat kawasan Tanjung Buton. Kepulauan Riau mengandalkan Kawasan Perdagangan Bebas Batam-Bintan-Karimun.
Sementara Jambi memiliki Kawasan Ekonomi Khusus Ujung Jabung senilai Rp87,87 triliun dan Lampung menargetkan investasi sektor pariwisata sebesar Rp19 triliun.

Dalam forum itu, Bobby juga melaporkan perkembangan Kerangka Kerja Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan IMT-GT. Sekretariat ASEAN mencatat 47 kegiatan tingkat regional dan 162 kegiatan kerja di bawah Rencana Strategis Konektivitas ASEAN. Jaringan Smart City ASEAN juga telah berkembang menjadi 38 kota anggota.

Bobby kemudian menyampaikan lima rekomendasi CMGF. Salah satunya mendorong mobilisasi sumber daya di sepanjang koridor ekonomi IMT-GT dengan pemerintah provinsi dan negara bagian sebagai penggerak utama konektivitas serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. (Red)