Komisi II DPRD Medan Soroti Ramadhan Fair 2026

Politik247 Dilihat

Medan, POL | Ketua Komisi II DPRD Kota Medan, H. Kasman bin Marasakti Lubis, Lc., MA, menanggapi pemberitaan terkait pelaksanaan Ramadhan Fair XX Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kota Medan dengan total anggaran hampir Rp3 miliar.

Kasman menyampaikan bahwa pada prinsipnya DPRD, khususnya Komisi II, mendukung kegiatan positif yang bertujuan membangkitkan ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha kecil dan menengah selama bulan suci Ramadan.

“Ramadhan Fair merupakan agenda tahunan dibawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan merupakan kegiata yang baik untuk mendorong perputaran ekonomi UMKM dan memperkuat syiar Islam di Kota Medan. Namun, dengan anggaran yang mencapai Rp3 miliar, tentu harus dipastikan penggunaannya transparan, efektif, dan benar-benar memberikan dampak nyata,” ujar Kasman saat ditanya wartawan, Selasa (24/02/2026).

BACA  Diduga Sunat Dana Bansos, Reza Pahlevi Lubis Desak Camat Segera Berhentikan Kepling I Kelurahan Harjosari II

Ia menegaskan bahwa Komisi II akan melakukan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk memastikan keterlibatan pelaku UMKM dari 21 kecamatan berjalan adil dan proporsional.

“Kita ingin memastikan bahwa pelaku UMKM yang dilibatkan benar-benar merasakan manfaat, bukan hanya sebatas seremoni. Evaluasi harus dilakukan, baik dari sisi peningkatan omzet, pemberdayaan, maupun keberlanjutan usaha setelah acara selesai,” tegasnya.

BACA  Komisi III Minta PUD Pasar Kota Medan Tinjau Ulang Seluruh Pihak Ketiga

Kasman juga meminta agar seluruh rincian anggaran yang telah tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) dapat diakses secara terbuka oleh publik sebagai bentuk akuntabilitas.

“Transparansi adalah kunci. Karena ini menggunakan uang rakyat, maka rakyat berhak tahu secara detail peruntukannya. Kita mendukung, tapi pengawasan tetap harus maksimal,” tambahnya.

Ia berharap Ramadhan Fair tahun ini tidak hanya menjadi agenda hiburan dan seremonial semata, tetapi benar-benar menjadi momentum kebangkitan ekonomi lokal serta penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat Kota Medan.

BACA  Hardiknas 2026, Ketua Komisi II: Pendidikan Harus Lahirkan Generasi Berkarakter

“Jika dikelola dengan baik, Ramadhan Fair bisa menjadi ikon ekonomi syariah dan wisata religi Kota Medan. Tapi sekali lagi, kualitas pelaksanaan harus sebanding dengan besarnya anggaran yang digelontorkan,” pungkasnya. (Red)