Bobby Nasution Tegaskan Mobil Dinas Diprioritaskan untuk Kepentingan Kerja dan Efisiensi Anggaran

Ragam11 Dilihat

MEDAN– Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan kendaraan dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut harus diprioritaskan untuk kepentingan kedinasan dan mendukung efisiensi anggaran pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution kepada wartawan di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (12/5/2026) menyusul hampir seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumut telah menggunakan penanda khusus berupa stiker kolaborasi pada kendaraan operasional pemerintah.

BACA  Lindungi Masyarakat dari Hantavirus, Gubsu Bobby Nasution Imbau Jaga Kebersihan Lingkungan

Menurut Bobby, langkah tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai membantu pengawasan agar kendaraan dinas tidak digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Alhamdulillah hampir semua OPD sudah memakai dan mendapat respons positif dari masyarakat,” ujar Bobby.

Ia menegaskan program tersebut tidak menggunakan anggaran khusus pemerintah, melainkan hanya berupa imbauan untuk meningkatkan disiplin penggunaan fasilitas negara.

BACA  Bagi Hasil Pajak Rokok dan Kurang Salur Dikucurkan, Bobby Nasution Tekankan Keseimbangan Belanja Daerah

“Ini bukan menggunakan anggaran khusus. Kita hanya mengimbau agar kendaraan dinas benar-benar dipakai untuk kegiatan kedinasan,” katanya.

Bobby mengatakan kebijakan itu juga menjadi bagian dari upaya efisiensi di lingkungan Pemprov Sumut, terutama dalam menekan pengeluaran bahan bakar kendaraan operasional.

Menurutnya, sebagian besar kendaraan dinas masih menggunakan bahan bakar solar yang saat ini mengalami kenaikan biaya.

“Di masa efisiensi ini kita harus melihat penggunaan kendaraan lebih efektif. Banyak kendaraan memakai solar dan biaya bahan bakar sekarang cukup tinggi,” ujarnya.

BACA  Wagub Surya Hadiri Panen Raya Jagung Serentak, Presiden Tekankan Pentingnya Swasembada Pangan

Karena itu, Bobby meminta seluruh OPD lebih selektif menggunakan kendaraan dinas dan memprioritaskan perjalanan yang benar-benar berkaitan dengan tugas pemerintahan.

“Pilih kegiatan yang memang prioritas dan penting agar penggunaan kendaraan operasional lebih efisien,” pungkasnya. (Red)