Wakil Wali Kota Binjai Hadiri HUT Karo ke-80, Pengamat Soroti Ketidakhadiran Wali Kota Medan

Sumut41 Dilihat

KARO – Wakil Wali Kota Binjai, Hasanul Jihadi, menunjukkan komitmennya dalam mempererat tali silaturahmi antar daerah dengan menghadiri langsung peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Pemerintah Kabupaten Karo. Acara yang berlangsung meriah di Lapangan Samura pada Minggu (8/3/2026) itu menjadi momen penting untuk merefleksikan hubungan sejarah dan budaya yang kuat antara masyarakat Karo dan Kota Binjai.

Kehadiran Hasanul Jihadi di tengah-tengah perayaan yang diisi dengan berbagai kegiatan adat dan seremoni tersebut bukan sekadar pemenuhan undangan protokoler. Lebih dari itu, ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk penghormatan mendalam terhadap warisan leluhur dan sejarah bersama yang telah lama mengakar.

“Hubungan sejarah dan budaya antara masyarakat Karo dengan Binjai sangatlah erat. Kami ingin terus menjaga silaturahmi yang sudah terbangun ini dan senantiasa menghargai warisan sejarah yang ada,” ujar Hasanul Jihadi di sela-sela acara.

BACA  Masih Ada Pekerja Jadi PBI, Pemprov Sumut Minta Perusahaan Patuh Daftarkan BPJS

Secara historis, masyarakat Karo memang dikenal sebagai salah satu kelompok yang memiliki peran signifikan dalam pembukaan dan pengembangan sejumlah wilayah di Sumatera Utara, termasuk Kota Medan dan Kota Binjai. Fakta sejarah ini terekam dalam berbagai literatur yang menyebut tokoh-tokoh dan komunitas Karo sebagai bagian dari pionir di kawasan tersebut.

Pengamat Soroti Ketidakhadiran Wali Kota Medan

Menyoroti acara tersebut, Pengamat Seni dan Budaya Sumatera Utara, K Ginting, mengapresiasi langkah Wakil Wali Kota Binjai. Menurutnya, gestur tersebut mencerminkan sensitivitas dan pemahaman yang baik terhadap pentingnya hubungan kultural antardaerah.

BACA  Rico Waas Apresiasi Hasil Reses DPRD Medan, Tekankan Pentingnya Sinergi Pembangunan

Ia menilai momen seperti HUT Kabupaten Karo seharusnya tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga ruang untuk memperkuat solidaritas antar pemerintah daerah di Sumatera Utara, khususnya mereka yang terikat oleh benang merah sejarah.

“Hubungan historis antara Karo dengan beberapa daerah seperti Medan dan Binjai sangat kuat. Karena itu, kehadiran langsung kepala daerah atau perwakilannya memiliki makna simbolik yang sangat penting. Ini menunjukkan adanya rasa hormat dan keinginan untuk terus menjaga hubungan baik,” jelasnya.

K Ginting juga menyayangkan tidak terlihatnya perwakilan dari Pemerintah Kota Medan dalam perayaan bersejarah ini. Padahal, secara historis, keterkaitan Medan dengan masyarakat Karo juga tidak kalah eratnya.

BACA  Gagal Hadirkan Keadilan Energi, IMM Sumut Desak Copot EGM Patra Niaga Regional Sumbagut

“Jika kepala daerah berhalangan hadir karena agenda yang tidak bisa ditinggalkan, alangkah baiknya jika tetap mengutus perwakilan. Ini bentuk penghormatan dan solidaritas antardaerah yang sangat penting untuk dijaga, tidak hanya untuk hubungan kultural tetapi juga untuk membuka peluang kolaborasi pembangunan ke depannya,” pungkasnya.

Peringatan HUT ke-80 Pemerintah Kabupaten Karo tahun ini berlangsung semarak dengan serangkaian acara, mulai dari pertunjukan seni tradisional yang memukau, pameran budaya, hingga upacara resmi yang dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh-tokoh masyarakat Karo. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *