Masjid KH Ahmad Dahlan UMSU: Wagub Surya Tegaskan Kampus dan Rumah Ibadah Harus Bersinergi Bangun Peradaban

Metro4 Dilihat

DELISERDANG – Suasana penuh khidmat menyelimuti Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) di kawasan Saentis, Sabtu (28/2/2026).

Di tengah hamparan lahan yang disiapkan menjadi pusat keilmuan terintegrasi, Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid KH Ahmad Dahlan.

Sebuah ikon baru yang dirancang tidak sekadar menjadi tempat sujud, tetapi episentrum lahirnya generasi rabbani yang unggul secara akademik dan kokoh secara spiritual.

Kehadiran Surya di tengah civitas akademika UMSU menjadi momentum penting yang menegaskan visi besar Pemerintah Provinsi Sumut dalam membangun sumber daya manusia (SDM) berbasis nilai-nilai keislaman.

Dalam sambutannya yang menginspirasi, Surya menekankan bahwa pembangunan masjid di lingkungan kampus merupakan jawaban strategis atas tantangan degradasi moral yang mengintai generasi muda di era disrupsi.

“Masjid KH Ahmad Dahlan ini bukan sekadar tiang dan atap yang didirikan. Ini adalah rumah peradaban. Di sinilah nanti para mahasiswa tidak hanya belajar rumus dan teori, tetapi juga menempa jiwa, membangun akhlak, dan menguatkan iman,” ujar Surya dengan penuh semangat di hadapan para tokoh Muhammadiyah dan ribuan undangan.

BACA  Bupati Langkat Tegaskan RKPD 2027 Fokus Pemantapan Kemandirian Daerah dan Peningkatan Infrastruktur

Muhammadiyah: Gerakan Tajdid yang Mencerahkan

Wagub Surya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumut, Rektor UMSU Prof Agussani, serta seluruh elemen yang telah menggagas pembangunan masjid megah ini.

Menurutnya, sejak berdiri 18 November 1912, Muhammadiyah telah membuktikan diri sebagai gerakan Islam berkemajuan yang konsisten memadukan dakwah, pendidikan, dan pelayanan sosial.

Baca Juga : Bukan Sekadar Sambang, Ini Misi Kemanusiaan Kapolrestabes Medan di Kutalimbaru

“Semangat Tajdid dan Ijtihad yang diusung Muhammadiyah sangat relevan dengan kebutuhan zaman. Di Sumatera Utara, UMSU menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tinggi Islam mampu melahirkan intelektual-intelektual handal yang tidak kehilangan akar keislamannya,” puji Surya.

Sinergi Kampus-Masjid: Kunci Lahirkan Pemimpin Berintegritas

Di tengah hiruk-pikuk pembangunan fisik dan infrastruktur, Surya mengingatkan bahwa pembangunan mental dan spiritual tidak boleh tertinggal. Ia menyoroti pentingnya keseimbangan antara ilmu dan iman, antara kecerdasan intelektual dan ketangguhan moral.

“Kita menghadapi tantangan yang kompleks. Globalisasi membawa arus informasi tanpa batas, tapi juga membawa risiko pergeseran nilai. Karena itu, kampus dan masjid harus berjalan beriringan. Jangan sampai mahasiswa kita pintar secara akademik, tetapi rapuh secara spiritual,” tegasnya.

BACA  Anggaran Rp3 M Menggelontor, Ramadhan Fair Medan 2026 Disorot: Untuk UMKM atau Sekadar Seremoni?

Pernyataan ini mendapat sambutan hangat dari hadirin. Pasalnya, isu krisis karakter di kalangan generasi muda memang menjadi perhatian serius berbagai pihak.

Masjid di tengah kampus diyakini mampu menjadi benteng moral sekaligus laboratorium kehidupan bagi mahasiswa.

Sumut Maju: Pembangunan Fisik dan Karakter Berjalan Seimbang

Surya menegaskan bahwa visi Sumatera Utara yang maju, unggul, dan berkelanjutan tidak bisa dicapai hanya dengan pertumbuhan ekonomi semata. Penguatan SDM yang berkarakter, berakhlak mulia, dan berdaya saing menjadi prasyarat mutlak.

“Pemprov Sumut berkomitmen penuh mendukung pembangunan yang holistik. Pendidikan berkualitas, kehidupan beragama yang harmonis dan moderat, serta infrastruktur yang merata adalah tiga pilar utama yang kita canangkan. Masjid KH Ahmad Dahlan ini selaras dengan semangat itu,” paparnya.

Ia berharap masjid ini kelak tidak hanya megah secara arsitektur, tetapi juga hidup oleh jamaah, semarak oleh kajian, dan produktif dalam melahirkan gagasan keumatan yang mencerahkan.

Target Rampung Sebelum Muktamar Muhammadiyah

Rektor UMSU Prof Agussani dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan Pemprov Sumut serta kehadiran langsung Wagub Surya.

BACA  Bripda MS Resmi Tersangka! Penganiaya Siswa MTs Tual Berujung Maut, Terancam Dipecat dan 7 Tahun Penjara

Menurutnya, momen ini menjadi penyemangat luar biasa bagi seluruh civitas akademika untuk mewujudkan masjid kebanggaan umat.

“Kami menargetkan pembangunan rampung pada Januari 2027, tepat sebelum pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah. Ini akan menjadi hadiah istimewa bagi seluruh warga Muhammadiyah dan masyarakat Sumut,” ungkap Prof Agussani dengan optimisme tinggi.

Turut hadir menyaksikan peletakan batu pertama tersebut sejumlah tokoh nasional dan daerah, antara lain Ketua PP Muhammadiyah Prof Muhajir Effendy, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumut Prof Hasyimsyah Nasution, Ketua Wilayah Aisyiyah Sumut Dr Nurahma Amini, Dirut PT Bank Syariah Indonesia Anggoro Eko Cahyo, serta Wakil Bupati Deliserdang Lomlom Suwondo.

Dengan dimulainya pembangunan ini, UMSU semakin meneguhkan posisinya sebagai kampus unggul yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga berkomitmen mencetak generasi yang berkarakter Islami, berilmu, beramal, dan berakhlak mulia.

Masjid KH Ahmad Dahlan kelak akan menjadi saksi bisu lahirnya ribuan pemimpin bangsa yang menyejukkan, sebagaimana nama besarnya diambil dari pendiri Muhammadiyah yang visioner. (Rel)