Italia Resmi Depak Gattuso Usai Gagal Total ke Piala Dunia 2026 – Krisis Azzurri Berlanjut

Headline6 Dilihat

MEDAN – Tragedi sepak bola berulang di Italia. Timnas Azzurri resmi berpisah dengan Gennaro Gattuso hanya dalam waktu 10 bulan, setelah kembali gagal menembus Piala Dunia 2026.

Keputusan pemutusan kontrak secara bersama diumumkan langsung oleh Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Minggu dini hari WIB.

Gagal Dramatis via Adu Penalti

Nasib nahas menghampiri Gli Azzurri di partai final playoff zona Eropa. Berhadapan dengan Bosnia dan Herzegovina yang notabene bukan raksasa, Italia harus takluk 1–4 dalam adu penalti setelah bermain imbang 1–1 hingga 120 menit.

Lebih menyakitkan, Italia bermain dengan 10 orang sejak babak pertama karena kartu merah. Gol penyama sempat membuat publik Italia bernapas lega, namun eksekusi penalti yang kacau – hanya satu gol dari empat tendangan – mengubur mimpi mereka.

BACA  Rico Pimpin Upacara HAB ke-80,Tekankan Peran Kemenag Jaga Kerukunan

Rekor Memalukan: 3 Piala Dunia Berturut-turut Tanpa Italia

Hasil ini bukan sekadar kegagalan biasa. Italia kini menjadi juara dunia pertama yang absen di tiga edisi Piala Dunia beruntun (2018, 2022, 2026). Sebuah noda sejarah yang sulit dipercaya bagi negara dengan 4 bintang di dada.

Baca Juga : RESMI! FIFA Jatuhkan Sanksi Berat ke Israel, Palestina Menang: Denda Rp3,2 Miliar hingga Banner Wajib

Untuk konteks, Italia bahkan tidak lolos ke Rusia 2018 dan Qatar 2022. Kali ini, dengan format playoff yang seharusnya memberi peluang kedua, mereka tetap tersungkur.

Buffon dan Presiden FIGC Juga Hengkang

Krisis merambat ke pucuk pimpinan. Presiden FIGC Gabriele Gravina dan legenda Gianluigi Buffon yang menjabat kepala delegasi memilih mundur.

BACA  Prabowo Bertemu Pimpinan Ormas Islam, Jelaskan Alasan RI Masuk Board Of Peace

Gravina dalam pernyataan resmi menyebutkan bahwa kekalahan ini adalah titik balik yang membutuhkan restrukturisasi total. Tak berselang lama, Gattuso menyepakati golden handshake.

Pernyataan Penuh Air Mata Gattuso

“Dengan berat hati, dan karena gagal mencapai target, saya merasa masa saya sebagai pelatih tim nasional telah berakhir. Seragam Azzurri adalah hal paling berharga dalam sepak bola.

Saya memberi jalan bagi keputusan federasi ke depan. Terima kasih untuk Gravina, Buffon, para pemain, dan terutama suporter yang tak pernah berhenti mencintai Italia. Saya akan selalu membawa Azzurri di hati saya.”

Statistik Gattuso: Dari 8 pertandingan, 6 menang dan 2 kalah. Tapi kekalahan dari Norwegia di babak grup kualifikasi membuat mereka finis runner-up, dan kegagalan di playoff jadi titik akhir.

BACA  Lagi, Polsek Patumbak Grebek Warung Pak Kulit Hasilnya Zonk

Siapa Pelatih Baru? Conte, Allegri, atau Mancini?

FIGC kini darurat. Nama-nama besar mulai mengemuka Antonio Conte (juara Serie A bersama Inter), Massimiliano Allegri (legenda Juventus), dan yang paling hangat Roberto Mancini.

Pelatih yang membawa Italia juara Euro 2020 itu disebut-sebut terbuka kembali meski sedang menangani Arab Saudi. Fans Italia kini menanti siapa yang berani menyelamatkan kapal yang mulai tenggelam.

Pesan untuk Dunia: Sepak Bola Italia Butuh Revolusi

Ini bukan sekadar ganti pelatih. Dari krisis regenerasi, minimnya bakat kelas dunia, hingga mental yang rapuh di momen krusial semua harus dibenahi.

Tanpa langkah drastis, mimpi buruk Italia bisa berlanjut ke Piala Dunia 2030. Satu hal pasti: Azzurri bukan lagi raksasa yang ditakuti. (FD)